#proyekspam#airbersih

Kontraktor SPAM Diminta Serius Tangani Dampak Proyek

( kata)
Kontraktor SPAM Diminta Serius Tangani Dampak Proyek
Kondisi terkini rumah yang terendam air akibat kebocoran saluran PDAM, Jumat 17 Juli 2020. Lampost.co/Deta Citrawan

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Warga Jalan Abdul Kadir, Kelurahan Rajabasa Nunyai, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, meminta pelaksana pembangunan proyek SPAM serius menangani keluhan terkait kebocoran. Pasalnya, pada 15 Juli 2020, sekitar pukul 19.40 WIB lalu, Wisma Sri Sedono, yang tepat berada di depan lokasi proyek terkena dampak aliran air PDAM yang keluar menggenangi sampai bagian dalam rumah.

Novita Fitri (23), salah satu penghuni rumah Wisma Sri Sedono, mengatakan saat peristiwa itu sekitar pukul 19.40 WIB dan penghuni rumah sedang makan malam bersama. Namun, tiba-tiba dikagetkan adanya air yang masuk sampai dalam, sedangkan saat itu sedang tidak turun hujan.

"Malam-malam itu kejadiannya, Mas, kami semua lagi makan di dalam. Tiba-tiba kok ada air masuk, kami kira tower penuh terus banjir, tahunya pas dicek keluar, air dari depan proyek itu mengalir deras ke arah sini sampai bagian dalam basah campur lumpur juga," ujarnya kepada Lampost.co, Jumat, 17 Juli 2020.

Dia menyatakan banjir akibat aliran air PDAM itu terjadi kurang lebih 15 menit. Namun sudah cukup untuk membasahi hampir seluruh bagian rumah dan wisma.

"Sekitar 15 menitan lah airnya enggak mengalir lagi ke sini. Tapi ya itu mulai dari teras, masuk ke dalam rumah, sampai ke belakang basah semua. Yang parah ada lumpur di teras depan sama kamar indekos ada tiga juga basah," ujarnya.

"Lumayan lama juga malam itu ngebersihin lumpur sama airnya, sampai jam 10 malam. Tapi belum bersih banget masih banyak kotor karena kan air campur lumpur merah yang masuk ke rumah," katanya.

Menurut dia, apabila hujan deras seperti biasa air tidak akan sampai masuk ke dalam rumah. Sebab, pada bagian teras terdapat saluran drainase tempat air keluar. "Hujan deres biasa enggak sampai banjir. Tapi ini dampaknya lebih dari itu," kata dia.

Pihaknya berharap peristiwa seperti ini tidak terulang kembali. Sebab, penghuni rumah waswas takut hal tersebut terulang dan terjadi di malam hari ketika waktu istirahat.

"Harapan kami ke depannya peristiwa ini tidak terulang lagi karena kalau peristiwa seperti ini terulang malam hari misalnya jam 2 malam, takutnya terjadi hal lain banyak kabel aliran listrik di dalam. Ya kami minta kontraktornya memperhatikan juga kejadian tidak terduganya," katanya.

Menanggapi hal itu, Team Monitoring Proyek SPAM Adnan Heri mengatakan peristiwa yang terjadi beberapa hari lalu itu akibat bocornya penampungan reservoir sehingga air menggenangi permukiman warga.

"Itu karena ada reservoir yang bocor, Pak, tapi sekarang sudah diperbaiki, malam itu juga langsung kami tangani. Dan kami berjanji peristiwa itu tidak akan terulang kembali," ujarnya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar