#beritalampung#beritalambar#proyekpembangunan

Kontraktor Proyek Jembatan Way Batu Pesisir Barat Ditahan

( kata)
Kontraktor Proyek Jembatan Way Batu Pesisir Barat Ditahan
Tersangka korupsi peningkatan Jembatan Way Batu, Pesisir Barat Tahun Anggaran 2014 Aria Lukita Budiman (tengah berjaket) ditahan oleh Kejaksaan. Dok


Liwa (Lampost.co): Aria Lukita Budiman seorang rekanan yang ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi dana pekerjaan peningkatan Jembatan Way Batu, Kabupaten Pesisir Barat Tahun Anggaran 2014 akhirnya dilakukan penahanan oleh Kejaksaan Negeri Lampung Barat, Selasa, 30 Agustus 2022.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Lampung Barat Zenericho mengatakan proses pemeriksaan dugaan korupsi dana pekerjaan peningkatan jembatan Way Batu di Pesisir Barat itu hari ini (30 Agustus 2022) telah memasuki tahap II. Dalam tahapan ini yaitu tim penyidik telah menyerahkan barang bukti dan tersangkanya kepada jaksa penuntut umum.

"Hari ini tersangka tipikor Aria Lukita berikut barang buktinya telah dilimpahkan ke tim penuntut umum dan tersangka juga langsung ditahan untuk diproses lebih lanjut," kata dia.

Pelimpahan berkas perkara korupsi dana peningkatan Jembatan Way Batu, Pesisir Barat, Tahun Anggaran 2014 ke tahap II ini berlangsung di ruang Kasi Pidsus yang dihadiri oleh Kasi Pidsus Mart Mahendra Sebayang, Kasus Intel Zenericho, Kasi Pidum Rahmat Efendi, Kasi BB Hakim Agoeng Tirtayasa Rasoen, Jaksa M Eri Fatriansyah dan terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya.

Baca juga: Bundelan Dokumen Retribusi Sampah Disita dari Kantor DLH Bandar Lampung

Dalam perkara tersebut, kata dia, pasal yang didakwakan kepada yang tersangka yaitu Pasal Primair Pasal 2 Ayat (1) Jo 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Koruspi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tidak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHPidana Subsider Pasal  3 Jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU No 21 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP.

"Setelah dilakukan penyerahan/tahap II kepada jaksa penuntut umum itu, sekitar pukul 14.30 WIB tersangka langsung dibawa oleh tim Kejaksaan Negeri Lambar ke Krui untuk didititipkan di rumah tahanan Krui Klas IIB," kata Zenericho.

Adapun modus operandi yang dilakukan Aria Lukita Budiman dalam melancarkan aksi tindak pidana korupsinya itu yaitu awalnya meminjam CV ES untuk mengikuti tender. Kemudian ia membuka rekening perusahaan dengan tujuan agar setiap pencairan pekerjaan bisa dilakukan melalui stafnya. Setelah itu, ia memerintahkan pekerjanya untuk menandatangani seluruh berkas mulai dari surat perjanjian kontrak dan seluruh dokumen termasuk proses pencairan atas nama CV ES. 

Setelah pekerjaan itu dilaksanakan, ia kemudian melaporkannya dengan cara membuat berita acara bahwa seluruh pekerjaan peningkatan jalan/Jembatan Way Batu itu sudah dilaksanakan 100% sehingga terjadilah serah terima hasil pekerjaan yang diiringi dengan pencairan dana.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan lapangan oleh tim, ternyata berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan yang dilakukan oleh ahli teknik dari Fakultas Unila, yaitu didapati bahwa ada item pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak yaitu terdapat kekurangan volume pekerjaan. 

Adapun kekurangan volume pekerjaan Jembatan Way Batu itu yakni terjadi pada lataston lapis pondasi, lapis pondasi agregat kelas A, kelas B, dan beton K-350 struktur bangunan atas.

Selanjutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan dari tim ahli teknik tersebut lalu dilakukan audit perhitungan untuk menentukan besaran kerugian keuangan negara yang dilakukan oleh Badan Pengawas Keuangan dan pembangunan (BPKP) perwakilan Lampung pada 28 Desember 2021. Hasil audit dari BPKP itu yakni menyimpulkan bahwa terdapat kerugian negara sebesar Rp339 juta dari kegiatan pembangunan Jembatan Way Batu.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar