#polusiudara#beritalamsel#perbaikanjalan

Kontraktor Diduga Abaikan Debu Perbaikan Jalan Poros

( kata)
Kontraktor Diduga Abaikan Debu Perbaikan Jalan Poros
Kendaraan mobil melintasi lokasi perbaikan jalan poros Kecamatan Palas, Lampung Selatan, yang menimbulkan debu, Rabu, 2 Oktober 2019. Lampost.co/Armansyah

KALIANDA (Lampost.co) -- Kontraktor perbaikan ruas jalan Simpang Palas - Bandanhurip, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, diduga mengabaikan kepulan debu yang mengganggu aktivitas masyarakat setempat. Padahal, debu yang timbul dari perbaikan jalan poros itu dapat mebahayakan kesehatan masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, jalan poros kecamatan Palas itu dikerjakan oleh kontraktor CV Mulya Dwipa Mandiri. Dimana, pemeliharaan berkala ruas Simpang Palas-Bandanhurip itu menelan anggaran sebesar Rp4,4 miliar.

Perbaikan jalan poros tepat di ruas Dusun Sukabangun, Desa Sukamulya hingga Simpang Kenaat menimbulkan kepulan debu yang mengganggu aktivitas masyarakat setempat. Bahkan, hingga saat ini tepat diruas itu belum pernah mendapatkan penyiraman dari pihak kontraktor.

Seperti yang diungkapkan, Watno, warga Desa Sukamulya mengaku hingga saat ini belum ada penyiraman debu dilokasi perbaikan jalan tersebut. Dia khawatir debu yang timbul dari pembongkaran jalan itu dapat mengganggu kesehatan masyarakat setempat. "Debu itu banyak beterbangan ketika kendaraan melintas. Hingga saat ini belum ada penyiraman. Maunya kami dilokasi perbaikan ini rutin penyiraman. Kami khawatir debu itu bisa mengganggu kesehatan kami," kata dia, Rabu, 2 Oktober 2019.

Menurutnya, ia sangat menyambut baik adanya perbaikan jalan poros kecamatan Palas tersebut. Namun, dirinya berharap debu yang timbul dari perbaikan jalan itu disiram agat tidak berdampak dengan kesehatan masyarakat. "Kami sangat senang dan terima kasih atas dimulainya perbaikan. Kalaupun tidak ada debu, kami tidak akan mengeluh. Tapi, ini banyak debu yang bisa membahayakan kesehatan masyarakat," kata dia.

Hal senada, Supri, warga Dusun Purwodadi, Desa Sukaraja membenarkan banyaknya debu yang timbul dari proyek perbaikan jalan poros. Bahkan, ia khawatir debu itu mengancam kesehatan bayi dan balita disekitar proyek tersebut. "Yang saya khawatirkan, disekitaran proyek perbaikan jalan poros itu banyak bayi dan balita. Okelah kalau orang dewasa, tapi kalau bayi balita ini bisa ganggu kesehatan mereka," kata dia.

Sementara itu, Pengawas Lapangan dari UPTD Penguji Kontruksi Bangunan Kecamatan Palas, Ujang. Dia mengaku pihaknya telah menegur pelaksana dari kontraktor agar dilakukan penyiraman guna mengatasi debu. "Sudah saya tegur Pak Ijal Selaku Pelaksana di lapangan agar rutin disiram. Bahkan, saya sarankan agar menurunkan dua kendaraan mobil untuk penyiraman. Debu itu memang tanggung jawab dari kontraktor," kata dia.

Armansyah



Berita Terkait



Komentar