#ott#bupatilamsel#kontaktor

Kontraktor Akui Zainudin Piawai Kendalikan Main Proyek

( kata)
Kontraktor Akui Zainudin Piawai Kendalikan Main Proyek
Bupati Lampung Selatan non aktif Zainudin Hasan. Dokumentasi Lampost.co

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Sejak kepemimpinan Zainudin Hasan di Kabupaten Lampung Selatan, tidak sedikit kontraktor yang menggeluti pekerjaan infrastruktur kecewa atas perbuatan yang dilakukan Bupati yang terjaring operasi tangkap tangan KPK itu.  Pasalnya setiap mengikuti proses lelang mereka selau gagal bahkan mereka tidak akan pernah ikut lantaran tahun perilaku yang dilakukan sang bupati korup tersebut. "Percuma saja ikut karena akan menghabiskan biaya dan waktu, toh kita sudah tahu yang menang bakal orang dekatnya Bupati," kata RA kepada Lampung Post, Rabu (19/12/2018).
 
Menurut RA, permainan proyek di Lampung Selatan cukup lihai dan masif. Perusahaan yang mengikuti lelang dalam proyek di Lamsel tidak akan menang karena sudah dikondisikan jauh-jauh hari sebelum lelang dimulai.
 
Yang ada didalam dakwaan jaksa KPK tersebut hampir semuanya benar bahwa bupati melalui orang dekatnya mencari kontraktor untuk mengerjakan proyek dengan fee proyek yang sudah ditentukan.
 
"Disini kita perlu hubungan yang kuat dengan orang-orangnya bupati, kalo timnya bupati ini sudah dekat dengan kita dijamin kita dapat proyek kalo nggak ya nggak dapat, itu aturan main yang dipakai," dia.
 
Bahkan menurut dia, hampir secara keseluruhan orang yang mendapat proyek seperti yang tercantum dalam dakwaan jaksa adalah orang yang sangat dekat bahkan sebagian merupakan orang-orang politik yang ikut serta dalam tim sukses dari Zainudin Hasan.

"Lihatlah nama-nama 70 orang yang pernah mengambil proyek itu orang dekatnya tim Zainudin Hasan bahkan sebagian tim suksesnya dia, jadi percuma kami sebagai kontraktor ikut lelang karena nggak bakal menang," kata RA.
 
Sistem pembayaran fee proyek yang dilakukan para kontraktor di Lampung Selatan beragam, ada yang membayar 50% terlebih dahulu ada juga yang melakukan pengerjaan proyek setelah selesai baru dibayar.  RA menjelaskan, kondisi itu tergantung dari kedekatan dengan Zaunudin atau timnya yang mengendalikan proyek tersebut.
 
"Kalau nggak ada kedekatan sudah lah nggak bakal dapat, makanya kami nggak pernah ikut lelang karena tahu aturan mainnya begitu, semua sudah diatur sedemikian rupa oleh tim Zainudin," katanya.
 
 

 

Febi Herumanika



Berita Terkait



Komentar