#caingpita#dagingkurban#beritalampung

Daging Kurban Bercacing Pita Mematikan

( kata)
Daging Kurban Bercacing Pita Mematikan
Foto: Dok/Google Images

KALIANDA (Lampost.co) -- Masyarakat diminta berhati-hati terhadap penyakit cacing hati pada hewan kurban. Sebab, bisa berdampak pada kesehatan bila dikonsumsi.

Herman, dokter di Unit Pelaksana Teknis Daerah Puskesmas Rawat Inap Palas-Sragi, mengatakan, seseorang yang mengonsumsi daging bercacing pita akan terserang penyakit kronis. Penyakit bisa berujung pada kematian bila tak diobati.

"Jika manusia memakan hewan terinfeksi cacing hati, secara otomatis akan tertular penyakit akut dan kronis. Hal ini harus diwaspadai saat penyembelihan hewan kurban," kata Herman kepada Lampost.co, Kamis, 8 Agustus 2019.

Herman menjelaskan, cacing pita menyebabkan seseorang cacingan, mual, sakit perut atau diare. Kalau sudah kronis, tambah dia, bisa menyebabkan peradangam dan gangguan pada saluran empedu.

"Hewan kurban harus benar-benar matang saat dimasak. Sekarang juga sudah ada rekomendasi obat dari WHO untuk pengobatan cacing hati," kata dia.

UPTD Puskeswan Kecamatan Palas-Sragi, jauh-jauh hari sudah mengingatkan agar masyarakat mewaspadai penyakit cacing hati pada ternak besar, seperti sapi atau kerbau. Kepala UPTD Puskeswan Palas-Sragi, Wardi, mengatakan, masyarakat harus cermat memilih hewan kurban. Apalagi, secara umum gejala penyakit cacing hati sangat sulit dideteksi.

"Sulit memastikan apakah ternak besar terinfeksi cacing hati atau tidak. Sebab, saat uji klinis fisik ternak terlihat sehat dan layak kurban," kata dia.

Menurut Wardi, infeksi cacing hati baru dapat diketahui setelah penyembelihan. Cacing terlihat di dalam hati hewan. Hati hewan yang tercemar cacing sebaiknya tak dikonsumsi.

"Lebih baik dibuang. Andai mau dimanfaatkan harus dimasak benar-benar matang. Kalau setengah matang, telur cacing hati dapat menginfeksi ke manusia," pungkas Wardi.

Armansyah



Berita Terkait



Komentar