#sengketapilkada#beritalamsel#pilkada

Konsultasi Ke Bawaslu, Hipni-Melin Memastikan Ajukan Gugatan 

( kata)
Konsultasi Ke Bawaslu, Hipni-Melin Memastikan Ajukan Gugatan 
Liaison officer (LO) Budi Setiawan saat berkonsultasi ke Bawaslu Lamsel terkait rencana gugatan sengketa terhadap hasil penetapan KPU Lamsel yang tidak meloloskan Bapaslon Himel maju dalam Pilkada Lamsel 2020, Jumat (25/9/2020). Armansyah

Kalianda (Lampost.co): Bakal pasangan calon (Baposlan) kepala daerah Hipni-Melin Haryani Wijaya (Himel) memastikan akan melakukan gugatan ke Bawaslu Lampung Selatan terkait putusan KPU yang tidak meloloskan Bapaslon dengan jargon Mari Bangkit itu dalam Pilkada 2020.

Kepastian itu setelah Tim Pemenangan Bapaslon Himel mengunjungi Kantor Sekretariat Bawaslu Lamsel, Jumat, 25 September 2020, sekitar pukul 15.40 WIB. Kunjungan mereka dalam rangka berkonsultasi mengenai syarat administrasi dan materi proses gugatan sengketa atas penetapan Bapaslon beberapa hari yang lalu. 

Saat di Bawaslu Lamsel, Bapaslon Himel diwakili Liaison officer (LO) Budi Setiawan, Tim Pemenengan Himel Cecep Saepudin dan Ketua DPC Partai Garuda Lamsel Zulhaidir.

Baca juga: Partai Pengusung Berupaya Memperjuangkan Nasib Hipni-Melin

Pada kesempatan itu, Budi Setiawan mengatakan kedatangan mereka ke Bawaslu hanya untuk berkonsultasi terkait dengan gugatan terhadap putusan KPU yang tidak meloloskan Bapaslon Himel. 

"Kalau ajuan gugatan akan kita masukan pada Senin, 28 September 2020. Hari ini kami hanya konsultasi terkait syarat administrasi dan materi gugatan," ujarnya.

Ketika ditanya soal materi gugatan, Budi mengatakan pihaknya belum bisa memberkan dan masih merahasiakan hal tersebut. Materi itu akan disampaikan oleh tim kuasa hukum koalisi Lampung Selatan Bangkit.

"Belum bisa kami beberkan semua. Sebab, ada tim advokasi kami itu nanti yang akan menjawabnya," kata dia. 

Sementara itu, Kordiv Hukum, Humas dan Data Informasi Bawaslu Lamsel, Wazzaki mengatakan kedatangan Tim Bapaslon Himel  hanya untuk berkonsultasi terkait syarat untuk gugatan sengketa Pilkada Lamsel 2020.

"Cuma sebatas itu saja. Tidak ada pembahasan lain. Kalau untuk batas waktu ajuan untuk gugatan selama tiga hari kerja setelah penetapan KPU Lamsel, yakni Kamis-Jumat (24-25 September 2020) dan Senin (28 September 2020) hingga pukul 24.00 WIB. Jadi, masih satu hari lagi waktu untuk mengajukan gugatan," ujarnya.

Setelah melakukan ajuan gugatan ke Bawaslu, kata Wazzaki, Bapaslon Himel selaku pemohon masih ada waktu masa perbaikan berkas bila ada kekurangan. Kemudian, ketika berkas lengkap baru diplenokan dengan lima orang pimpinan Bawaslu Lamsel. 

"Kalau gugatan itu masuk, kita proses dulu. Masih ada masa perbaikan tiga hari kerja bila belum lengkap. Selanjutnya, akan kita plenokan dengan 5 orang pimpinan di Bawaslu dan gugatan di registrasi," kata dia. 

Wazzaki mengatakan pihaknya akan menggelar mediasi atau musyawarah tertutup bersama KPU Lamsel (Termohon) dan Bapaslon Himel (pemohon) selama dua hari kerja. Jika tidak mencapai kesepakatan, maka akan digelar sidang terbuka.

"Kita lakukan musyawarah tertutup dulu. Kalau tidak mencapai kesepakatan dari musyawarah tertutup itu, maka akan dilaksanakan musyawarah terbuka selama 12 hari kerja," kata dia. 

Dalam menghadapi gugatan ini, Wazzaki mengatakan, pihaknya akan meminta pendampingan kepada pihak Bawaslu Provinsi Lampung untuk menangani gugatan tersebut. Bahkan, pihaknya akan menghadirkan saksi ahli bila diperlukan. 

"Inikan karena aturan-aturan mereka (Bawaslu Lampung) yang lebih memahami, walaupun kami memahami itu dan secara hirarkis kita kita adalah (dibawah) Bawaslu Provinsi. Kemudian, kita lihat prosesnya nanti dibutuhkan atau tidak saksi ahli," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar