#konseling#humaniora#beritalampura#kepribadian

Konselor Sebaya Mengungkap Tabir Kepribadian Siswa

( kata)
Konselor Sebaya Mengungkap Tabir Kepribadian Siswa
Caption; Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Abung Semuli, Kecamatan Abung Semuli, Suharyadi, menunjukkan ruang konseling  siswa di sekolah setempat, Rabu (27-11-2019). Lampost.co/Yudhi Hardiyanto

Kotabumi (Lampost.co) -- "Hati saya teriris dan terharu mas, mendengar pengakuan yang disampaikan salah satu siswa tentang adanya siswa yang belajar di sekolah ini sangat berbakti kepada orang tuanya,"  ujarnya Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Abung Semuli, Kecamatan Abung Semuli, Suharyadi, di ruang kerjanya, Rabu, 27 November 2019.

Dari informasi yang disampaikan rekannya, sesama siswa yang ditugaskan sebagai konselor sebaya saat melakukan kunjungan dikediamannya. Siswa tersebut setiap hari sebelum berangkat sekolah memandikan ibunya selama beberapa tahun terakhir sampai sang  ibu meninggal dunia dan saat ini, dia juga merawat ayahnya yang sedang sakit.

"Mendengar informasi itu, saya berkunjung kerumahnya untuk mengecek kebenaran kisah yang disampaikan siswanya yang ditugaskan sebagai konselor sebaya dan saya  bersyukur di beri kesempatan melihat langsung kondisi yang di alami siswa tersebut. Bagi saya, ini adalah pelajaran berharga tentang arti ‘cinta dan ketulusan’," ujarnya dengan nada pelan.

Hal itu adalah kisah kecil di sekolah ini, tanpa ada informasi dari konselor sebaya yang di rintis di SMAN 1 Abung Semuli mulai 2017 lalu, mungkin dia tidak mengetahui kondisi yang dialami siswanya tersebut maupun siswa-siswa yang lain.

Sebab, siswa yang mengalami masalah atau bermasalah yang berdampak pada pelajaran di sekolah, ada yang tidak terbuka pada guru bimbingan konseling (BK).

"Dengan adanya konselor sebaya, banyak informasi tentang kondisi siswa yang mesti segera di cari solusinya, seperti adanya siswa yang telah menjadi yatim di sekolah yang sebelumnya tidak mendapat bantuan, anak yang tidak di urus orang tuanya serta siswa yang bermasalah atau terlibat kenakalan remaja dan informasi itu sering tidak terjaring melalui guru BK," tuturnya.

Di SMAN 1 Abung Semuli, sampai 2019  pihaknya telah mendidik 20 siswa yang ditugaskan sebagai konselor sebaya. Merekalah yang  membantu temannya mengatasi masalah psikologi sekaligus sebagai wadah curahan hati atau curhat.

"Bila siswa curhat permasalahannya dengan kawan sebaya, siswa itu dapat lebih mau terbuka jika di banding dengan curhat ke guru BK" kata Kepsek yang sekolahnya meraih juara 3 tingkat Nasional 2019 dalam katagori Sekolah atau Madrasah, dengan pembinaan siswa terbaik atau “Best Character”. 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar