#hukum#pelakupencabulan#koni

KONI Lamtim Terancam Tidak Dilantik jika Tersangka Cabul Masuk Kepengurusan

( kata)
KONI Lamtim Terancam Tidak Dilantik jika Tersangka Cabul Masuk Kepengurusan
Wakil Ketua Umum I KONI Lampung Sunarto (kiri). Dok.Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dian Ansori, oknum P2TPA Lampung Timur yang telah menjadi tersangka pencabulan terhadap NF (14), ternyata juga berkecimpung di bidang olahraga. Kini dia tercatat sebagai anggota KONI Lamtim.

Sebelumnya, dia juga tercatat pernah menjabat sebagai sekretaris Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Lampung Timur. Namun, sudah dikeluarkan dari jajaran  kepengurusan sejak awal 2020. Selain itu, ia juga tercatat sebagai ketua Bidang Pendidikan dan Diklat KONI Lampung Timur Tahum 2016-2020.

Hal itu dibenarkan Wakil Ketua Umum I KONI Lampung Sunarto. Menurut dia, KONI Lamtim telah menggelar musdalub beberapa waktu lalu dan terpilih M Khadafi Azwar sebagai ketua umum 2020-2024. Pada susunan kepengurusan KONI Lampung Timur 2020-2024, Dian Ansori dipilih menjadi wakil ketua Umum II.

"Setelah musdalub terpilih ketua, mereka susun kepengurusan. Waktu itu belum ada kasus ini (Dian Ansori), secara yuridis formal terpenuhi, maka KONI Lampung Timur mengeluarkan SK kepengurusan," ujarnya, Selasa, 14 Juli 2020.

Namun, kepengurusan tersebut belum dilnatik KONI Lampung dan baru timbul masalah asusila dengan Dian Ansori sebagai tersangka. KONIi Lampung telah berkoordinasi dengan Koni Lamtim untuk mengganti Dian Ansori di kepengurusan. Jika diabaikan, KONI Lampung mengancam tak akan melantik kepengurusan KONI Lamtim.

"Karena proses hukum akan berjalan dan itu bisa merendahkan muruah dan citra KONI, KONI Lampung tidak akan melantik kalau yang bersangkutan masih ada. Saya sudah koordinasi, tolong dirapatkan terbatas sesuai AD/ART untuk menggantinya," ujarnya.

Sebelumnya, Lampost.co mengonfirmasi Wakil Ketua Askab PSSI Lamtim, Panca Adi Nirwana, mengakui jika Dian pernah menjadi sekretaris Askab PSSI Lampung Timur, namun sudah dikeluarkan. Dian sudah tidak menjabat sejak awal 2020.

"Dia sudah tidak di PSSI, sejak awal-awal sebelum korona," ujarnya, Sabtu, 11 Juli 2020.

Menurut dia, Dian Ansori di-reshuffle karena beberapa alasan. Pertama yang bersangkutan menjabat sebagai wakil ketua di KONI Lampung Timur. Kedua, dia juga tidak aktif di kepengurusan PSSI.

"Kami waktu itu sudah rapat dengan executive committe (PSSI Lampung), jadi dia diganti. Terkait kasus yang menimpanya, itu personal dia," ujarnya.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung masih melakukan pemeriksaan terhadap Dian Ansori, termasuk mendalami apakah ada dugaan tindak pidana perdagangan orang. "Masih proses pemeriksaan," katanya.

Pelaku sementara diancam Pasal 81 Ayat (3) UU 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak disebutkan dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) dilakukan oleh orang tua, wali, pengasuh anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana  sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar