#konflik#ptbsmi

Konflik di Kawasan BSMI Belum Temui Titik Temu

( kata)
Konflik di Kawasan BSMI Belum Temui Titik Temu
Dandim 0426 Tulangbawang Letkol Kav Joko Sunarto meninjau situasi di PT BSMI. Lampost.co/Ridwan Anas


Mesuji (Lampost.co) -- Konflik di kawasan hak guna usaha (HGU) PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI) dengan masyarakat hingga saat ini belum ada titik temu yang jelas. Ada dua konflik yang terjadi di kawasan tersebut, yakni antara perusahaan dan individu serta dengan tiga desa penyangga. 

"Ada dua konflik di sana. Jika dengan individu, BSMI menempuh jalur hukum setelah kami mediasi. Sedangkan dengan desa penyangga, upaya sudah dilakukan bolak balik, bahkan dapat sudah dilaksanakan sampai Polda," ujar Kepala Bagian Tata Pemerintahan Mesuji, Ahmad Mahmudi, Selasa, 24 November 2020.

Berita terkait: Dua Pria Alami Luka akibat Dianiaya di BSMI

Di sisi lain, Komandan Kodim 0426 Tulangbawang Letkol Kav Joko Sunarto bereaksi cepat dengan turun langsung ke BSMI untuk meninjau situasi. "Kami berharap situasi bisa selalu damai di wilayah Mesuji khususnya," ujarnya singkat. 

Situasi di BSMI kembali memburuk saat terjadi penyerangan terhadap Tursimin (40), warga Fajarindah, dan Wahono (44), warga Fajarasri, Kecamatan Pancajaya, Mesuji, Jumat, 20 November 2020, oleh orang tidak dikenal. Keduanya harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sejumlah luka akibat penganiayaan.

Peristiwa terjadi di Blok I 14, kawasan hak guna usaha (HGU) PT BSMI. Akibat penganiayaan tersebut, Tursimin mengalami luka tembak senapan angin di lengan kanan, sedangkan Wahono mengalami luka bacok di kepala belakang.

Humas PT BSMI, Beni, saat ditemui di kantornya mengatakan jika yang dianiaya maupun pelaku, bukan pegawai BSMI. "Mereka baik pelaku maupun yang dianiaya bukan pegawai BSMI. Saat ini situasi di HGU sudah kondusif," kata dia. 

Kepala Desa Sritanjung, Mar Kalu, mengutarakan jika harapan masyarakat tidaklah banyak agar konflik bisa selesai. "Permasalahan pertama masyarakat menuntut plasma yang seluas 7.000 ha untuk tiga desa. Tapi sampai sekarang belum terealisasi dan sekarang mereka berharap mitra kerja lahan yang dikuasai masyarakat tetap dipanen masyarakat walaupun buahnya dibeli BSMI dengan harga pasaran tapi tidak juga terealisasi sampai sekarang," ujarnya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar