#BERITALAMPUNGBARAT#GAJAHLIAR#TNBBS

34 Keluarga akan Dipindah karena 'Ribut' dengan Gajah

( kata)
34 Keluarga akan Dipindah karena 'Ribut' dengan Gajah
Ilustrasi: Pixabay.com


Liwa (Lampost.co)-- Sebanyak 34 KK yang berkonflik dengan gajah karena tinggal dan berkebun dalam kawasan hutan di Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh, Lampung Barat akan menjadi prioritas program relokasi.

"Untuk di Suoh sementara ini ada 34 KK yang berkonflik dengan gajah direncanakan menjadi prioritas program relokasi," kata camat Suoh, Mandala Harto, Minggu, 14 Maret 2021.

Relokasi lahan itu dilakukan dengan cara masing-masing pemerintah pekon membantu menyiapkan lahan dan memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkannya dengan harga sangat terjangkau. Hingga kini, ada 34 KK yang akan menjadi prioritas.

Sementara Pemkab mengalokasikan dana untuk pembangunannya melalui program bedah rumah.

"Mudah-mudahan tahun ini, ke-34 KK itu sudah bisa mendapatkan program tersebut," ujar Mandala.

Ia menjelaskan di Pekon Hantatai, Kecamatan Bandarnegeri Suoh, pihak pekon juga sudah menyiapkan lahan untuk kebutuhan relokasi warga yang konflik dengan gajah.

Di sisi lain, rombongan gajah yang sempat menyerang lahan sawah Mbah Selamet di Dusun Kalibata, Pekon Sukamarga, Jumat lalu telah kembali ke kawasan hutan TNBBS.

"Rombongan bunga (nama gajah, red) sejak kemarin malam sudah kembali ke kawasan karena sejak kejadian warga dan petugas sudah melakukan blokade," kata Mandala.

Ia menambahkan, kalau serangan tanaman padi/sawah yang terjadi hanya satu kali yaitu merusak sawah Mbah Selamet. "Untuk serangan yang terjadi di sawah hanya sekali malam itu. Setelah itu, gajahnya kembali ke kawasan karena sudah digiring dan diblokade,"ujarnya.

Berdasarkan pemantauan melalui GPS yaitu gajah bernama bunga lokasinya sudah sekitar 1 km dari kawasan warga. Meski demikian, petugas dan warga tetap memantau perkembangan peredaran gajah melalui GPS itu untuk memastikan keberadaannya. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar