#palestina#internasional

Konferensi Internasional Bahas Dukungan Tiongkok untuk Kemerdekaan Palestina

( kata)
Konferensi Internasional Bahas Dukungan Tiongkok untuk Kemerdekaan Palestina
Bendera Palestina. Ilustrasi


Istanbul (Lampost.co) -- Istanbul, Turki menjadi tuan rumah konferensi internasional pertama yang membahas hubungan Tiongkok dengan Palestina. Konferensi ini dihadiri ahli dan akademisi dari seluruh dunia. 

Selain hubungan Tiongkok dan Palestina, konferensi juga mendiskusikan peran dan dampak Tiongkok terhadap konflik Palestina-Israel. Konferensi satu hari ini diselenggarakan Forum Timur Tengah Asia. 

"Konferensi ini mengangkat hubungan sejarah Tiongkok-Palestina dan berdiri di atas ikatan politik dan budaya yang paling penting," ujar penyelenggara dari Forum Timur Tengah Asia, dikutip dari Anadolu Agency, Minggu, 31 Oktober 2021. 

Setidaknya 16 pembicara, termasuk dari Tiongkok, hadir. Mereka juga membahas dukungan Tiongkok dalam kemerdekaan Palestina. "(Dukungan) Melawan pendudukan (Israel di Palestina) dan dampak konflik AS-Tiongkok terhadap perjuangan Palestina," kata penyelenggara. 

Topik lainnya juga dibahas, seperti visi dan strategi Tiongkok dan sifat peran kebangkitan dan pembangunannya di tingkat Asia Barat. "Perdebatan juga akan mengantisipasi peran Tiongkok dalam upaya mencapai solusi yang adil dan komprehensif untuk masalah Palestina," jelas penyelenggara. 

"Konferensi itu juga membahas visi Palestina tentang peran Tiongkok di Timur Tengah," imbuhnya.

Tiongkok sendiri diketahui mendukung kemerdekaan Palestina dari Israel. Mereka berjanji akan terus mengawal prosesnya. Dukungan ini dinyatakan berkali-kali, terutama saat konflik kedua negara memanas, dan Amerika Serikat (AS) pasang badan membela Israel. 

"Kami akan terus mendukung dengan tegas rakyat Palestina dalam upaya mereka yang adil guna memulihkan hak-hak mereka yang sah dan mendirikan negara merdeka. China akan terus memainkan peran yang positif dan konstruktif hingga saat ini," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Tiongkok, Wang Wenbin. 

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar