#bencanaalam#cuacaekstrem

Kondisi Tanggamus Berangsur Normal Usai Banjir dan Longsor

( kata)
Kondisi Tanggamus Berangsur Normal Usai Banjir dan Longsor
Alat berat diturunkan ke lokasi banjir dan longsor untuk menormalkan kegiatan warga. Lampost.co/Rusdy


Kotaagung (Lampost.co) -- Kondisi di Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, mulai berangsur normal usai tujuh pekon (desa) di daerah tersebut diterjang banjir dan longsor, pada Selasa, 31 Agustus 2021 lalu. 

Total terdapat 757 rumah terendam banjir dan satu rumah tertimbun longsor. Namun, kini warga mulai membersihkan rumah yang terdampak longsor dan banjir. Selain itu, arus lalu lintas juga mulai kembali normal.

Camat Semaka, Wiwin Triani, mengatakan selain rumah warga, banjir juga merendam ratusan hektare sawah.

"Kami berkoordinasi dengan BPBD Tanggamus yang saat ini menurunkan alat berat guna melakukan pengerukan dan pembendungan aliran air di area tanggul yang jebol. Ada dua titik tanggul jebol yaitu di Pekon Sukaraja dan Pekon Bangunrejo," kata Wiwin, Rabu, 1 September 2021.

Dia juga mengatakan, pihaknya mendirikan posko bencana dan dapur umum di Kantor Pekon Sukaraja. Berdasarkan laporan pekon yang terdampak bencana, terdapat 30 rumah yang belum dapat melaksanakan aktivitas memasak.

"Dapur umum disediakan hari ini. Nanti melihat keadaan, karena laporan dari pekon hari ini, 30 rumah itu sudah dapat beraktivitas memasak sehingga dapur umum tidak diperlukan," ujarnya.

Sementara rumah warga yang tertimbun longsor, Pemkab akan membantu memperbaiki dengan bantuan bedah rumah. Selain itu, Pemkab juga segera akan memberonjong tebing tanggul aliran sungai yang jebol.

"Masyarakat yang terdampak banjir dan longsor saat ini tetap bertahan di rumah masing-masing. Sebab, setelah tanggul jebol ditanggulangi, banjir langsung surut," ucapnya.

Sementara itu, Kasi Darurat Bencana BPBD Tanggamus, Budiman, mengatakan pihaknya menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari.

"Untuk membuat tanggul darurat di aliran Sungai Sedayu, Pemkab menurunkan dua alat berat ditambah bantuan dari balai besar satu alat berat. Dari BPBD satu ekskavator dan dari Dinas PUPR satu ekskavator mini. Sedangkan dari Balai Besar masih dalam perjalanan," katanya.

Menurutnya, terdapat dua titik tanggul yang jebol di area perumahan warga yang diperkirakan sepanjang 185 meter. Sedangkan di area persawahan juga terdapat dua titik tanggul yang jebol dengan panjang sekitar 80 meter.

"Tanggap darurat selama tujuh hari ke depan dengan estimasi cuaca yang sedang musim penghujan ditambah dengan kondisi hanya tiga alat berat. Berharap ada tambahan bantuan alat berat dari instansi atau dinas lain," tandasnya.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar