#pasarbanyumas#pringsewu

Kondisi Pasar Banyumas Memprihatinkan

( kata)
Kondisi Pasar Banyumas Memprihatinkan
Komisi II DPRD melakukan sidak di Pasar Banyumas Kecamatan Banyumas, Pringsewu, Senin (20/1/2020). Dok

Pringsewu (Lampost.co) -- Berbagai fasilitas sarana dan prasarana di pasar Banyumas dinilai memprihatinkan. Seperti toilet tidak terawat dan menimbulkan bau tidak sedap, bahkan air kran macet.  Padahal, setiap hari pasaran ratusan pedagang dan pembeli memadati pasar.

Demikian hasil sidak Komisi II DPRD Pringsewu, di pasar pemerintah Pekon Banyumas Kecamatan Banyumas, Pringsewu, Senin, 20 Januari 2020.

Ketua Komisi II DPRD Pringsewu Maulana M. Lahudin menyatakan ada beberapa yang harus di perbaiki. Banyak los yang di nilai kurang layak untuk pedagang, kayu dinilai kurang keras, drainase yang macet, penataan parkir kurang teratur, sebagian asbes atap bolong. "Ya tampak kurang nyaman saja dan terkesan kumuh," ungkap Maulana, saat sidak.

Menurut Maulana Lahudin, di bagian  belakang pasar, perlu secepatnya di revitalisasi agar pasar lebih higenis sehingga pedagang dan pembeli merasa nyaman.

Dia menyatakan Pasar Banyumas saat ini memiliki 63 Los, 15 toko, 12 kios, 34 pedagang hamparan. Tahun 2019, lalu Pasar Banyumas juga mendapatkan pembangunan kios baru. 15 kios dengan anggaran sekitar Rp1,1 miliar.

Sementara Kepala Diskoperindag Pringsewu, Masykur Hasan mengatakan saat ini mulai melakukan penataan pasar dengan melibatkan instansi terkait seperti masalah parkir dan kebersihan.

 "Pada prinsipnya kedepan kita mulai menata sedikit demi sedikit, termasuk belakang pasar Banyumas itu memang belum tersentuh pembangunan, karena  belum tersedianya anggaran. Saat ini pemerintah masih memprioritaskan bagian depan dan alhamdulillah sudah dibangun pada 2019 lalu," imbuhnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar