#jalanrusak#infrastruktur

Kondisi Jalan Penghubung Antarkampung di Rawapitu Sangat Memprihatinkan

( kata)
Kondisi Jalan Penghubung Antarkampung di Rawapitu Sangat Memprihatinkan
Ambulans terpaksa ditarik menggunakan traktor karena tidak bisa melaju akibat terjebak di kubangan lumpur. Dok.

Menggala (Lampost.co) -- Kondisi jalan penghubung antarampung di Kecamatan Rawapitu, Tulangbawang, sangat memprihatinkan karena seperti kubangan dan sulit dilalui. padahal, jalan tersebut menjadi akses utama bagi warga.

Bahkan, dalam sebuah foto yang didapat Lampost.co dari unggahan Facebook warga tampak sebuah ambulans terpaksa harus ditarik menggunakan traktor untuk melintasi kubangan jalan tersebut.

Medi, salah satu warga, mengaku sangat kesulitan untuk melalui jalan tersebut. Kondisi jalan berlubang dengan tumpukan lumpur yang dalam itu bahkan sulit dilalui meskipun menggunakan sepeda motor.

"Jalanannya itu berlumpur, Mas. Lumpurnya juga dalam. Jangankan lewat pakai mobil, kami pakai motor saja mater. Selip-selip malah jatuh karena lumpurnya kan dalam," katanya kepada Lampost.co, Kamis malam, 25 Juni 2020.

Dia mengatakan jalan tersebut merupakan akses vital masyarakat setempat untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari. Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian untuk memperbaiki kondisi jalan tersebut.

"Jalan ini setiap hari kami dilewati masyarakat. Mau jual gabah hasil panen ke luar saja sulit. Bagaimana kami di sini bisa maju, kalau kondisi jalannya saja begini kan. Kami minta kepada para pejabat berwenang supaya jalan di kampung kami ini diperbaiki," ujarnya.

Anggota DPRD Tulangbawang Teguh Jayadi mengatakan kondisi jalan penghubung antara Kampung Gedungjaya dan Kampung Rawaragil, Kecamatan Rawapitu, memang sangat memprihatinkan. Dia mengatakan ketika musim hujan seperti saat ini jalan yang dilalui masyarakat sekitar berubah menjadi tumpukan lumpur.

Dia membenarkan foto ambulans yang ditarik traktor itu berada di jalan poros penghubung antara Kampung Gedungjaya dan Kampung Rawaragil, Kecamatan Rawapitu. Bahkan, kata dia, ambulans tersebut sedang membawa pasien.

"Iya, ambulans sedang membawa pasien yang disinyalir sakit ginjal orang SP6," ujarnya.

Politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengaku pernah membahas soal perbaikan jalan tersebut saat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tulangbawang 2020.

"Dalam pembahasan APBD 2020, saya selaku anggota Badan Anggaran sudah minta TAPD untuk dianggarkan penimbunan dengan sabes, jalan antarkampung tersebut," kata dia.

Dia mengaku saat masih di Komisi III saat itu disepakati untuk memperbaiki kondisi jalan tersebut dengan alokasi dana Rp500 juta.

"Sebenarnya di anggaran APBD 2020 ini sudah dialokasikan Rp500 juta. Saya sampai hari ini belum mengecek ke kantor karena memang di periode ini di Komisi II tidak lagi di Komisi III. Tetapi saya akan berupaya mengecek apakah dana yang Rp500 juta itu terkena refocusing atau tidak. Saya berharap ini tidak masuk yang di-refocusing sehingga penimbunan itu bisa masuk di 2020 ini," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Tulangbawang M Puncak Stiawan hingga berita ini dilansir belum dapat dimintai keterangan. Lampost.co mencoba meminta keterangannya melalui sambungan gawai, namun nomor ponselnya dalam keadaan tidak aktif.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar