#literasi#komunitas#humaniora

Komunitas Remaja Peduli Lampung Sebarkan `Virus` Literasi

( kata)
Komunitas Remaja Peduli Lampung Sebarkan `Virus` Literasi
Foto: Dok

Bandar Lampung (Lampost.co): Berawal dari kepedulian dan kepekaan terhadap dunia literasi di Bandar Lampung menggerakkan sejumlah anak muda untuk menjalin dan bergabung membangkitkan semangat kepedulian sosial dan literasi.

Atas dasar itulah sejumlah anak muda yang tergabung dalam komunitas Remaja Peduli yang bergerak dibidang literasi, sosial, dan toleransi sampai saat ini terus konsisten dan komitmen untuk menebarkan 'virus' literasi.

Pendiri Komunitas Remaja Peduli Literasi Dewi Maryana Sukma mengatakan komunitasnya telah berdiri sejak Desember 2018 tepatnya saat terjadi bencana alam tsunami Selat Sunda.

Sejak saat itu, kata dia, mereka tergerak untuk membentuk sebuah wadah yang bergerak dibidang sosial dengan membantu para korban terdampak tsunami dan  melakukan kegiatan aksi sosial dilokasi bencana.

"Dengan latar belakang tersebut, kami pada saat itu mengumpulkan para pelajar dan mahasiswa di Bandar Lampung, kemudian terus meluas ke berbagai daerah tidak hanya di Bandar Lampung tapi juga kabupaten lain," kata Dewi kepada Lampung Post, baru-baru ini.

Menurutnya dengan bergabungnya anggota dari berbagai kabupaten seperti  Pringsewu, Pesawaran, dan Lampung Selatan saat ini tercatat setidaknya ada 50 anggota aktif yang berasal dari pelajar dan mahasiswa.

Dewi menuturkan sesuai dengan misi komunitas yang bergerak dibidang sosial, kegiatan aktif yang dilakukan selama ini selain telah mengadakan bakti sosial di lokasi bencana.

Mereka juga membuka lapak jelajah lintas agama dengan menggandeng para tokoh-tokoh dari lintas agama yang bertujuan untuk meningkatkan kerukunan, toleransi, dan wawasan lintas agama, serta jelajah literasi bekerja sama dengan komunitas lain dengan membuka lapak di Taman Gajah.

"Harapan kami bisa bekerja sama dengan komunitas lain untuk meningkatkan literasi kepada anggota maupun masyarakat umum," ujarnya.

Selain itu untuk mengembangkan kreativitas dan wawasan para anggota, pihaknya rutin mengadakan diskusi sekaligus penguatan internal maupun bersilaturahmi dengan lintas tokoh dan penggerak literasi.

"Dari situ kita belajar bagaimana menjaga dan kebhinekaan, serta meningkatkan semangat dan wawasan tentang ilmu pengetahuan yang selama ini masih terbatas," kata dia.

Dengan adanya komunitas ini, Ia berharap anggota bisa terus belajar, tidak hanya belajar tentang toleransi tapi jaringan ilmu sekaligus meningkatkan kepedulian sosial dan literasi.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar