#Komunitas#KaderSungai#Lingkungan

Komunitas Kader Sungai Promotor Gerakan Peduli Lingkungan

( kata)
Komunitas Kader Sungai Promotor Gerakan Peduli Lingkungan
dok Komunitas Peduli Sungai.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Banjir yang terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia termasuk di Lampung disebabkan oleh banyak faktor, seperti saluran air yang buruk, aliran sungai yang menyempit, pendangkalan sungai hingga sampah menjadi penyebabnya. Sehingga dibutuhkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitar terutama masalah kebersihan sungai.

Berangkat dari persoalan diatas  maka sejumlah masyarakat yang memiliki kepedulian lingkungan membentuk sebuah gerakan yang tergabung dalam komunitas Peduli Sungai  ( Kader Sungai) yang terbentuk sejak tahun 2014.

Salah satu Kader Sungai Kelurahan Panjang Utara Nur Rachmad mengatakan bahwa kondisi sungai kotor dan bau disejumlah wilayah di Bandar Lampung bukan hanya menimbulkan banjir saat musim hujan, tapi juga menimbulkan penyakit saat musim kemarau. Pasalnya sampah yang menumpuk disekitar sungai biasanya terdapat genangan air yang kemudian menjadi sarang nyamuk.

Komunitas kader sungai dibentuk sebagai salah satu gerakan kepedulian lingkungan yang didirikan oleh Balai Besar Kementrian Pekerjaan Umum membentuk setiap kelurahan yang terdapat sungai, kemudian berlanjut sampai sekarang.

Kelurahan yang terdapat komunitas kader sungai di Bandar Lampung diantaranya kelurahan Panjang Selatan, Panjang Utara, Way Lunik, dan Sidosari Natar.

Salah satu kegiatan yang dilakukan selama ini diantaranya adalah bersih-bersih sungai, memantau aliran sungai, hingga sosialisasi kepada masyarakat.

"Kami juga memberikan himbauan kepada warga untuk tidak buang sampah sembarangan. Terutama bagi warga yang jauh dari sungai kebanyakan mereka buang sampah ke sungai," papar Nur.

Tidak dipungkiri, selain membuang sampah sembarangan, saat ini juga masih ada warga yang buang air besar di sungai terutama daerah pesisir.

"Ini yang masih jadi PR kita bersama bagaimana  menjaga agar sungai tetap bersih ,kesadaran masyarakat juga meningkat tidak buang sampah dan buang air besar di sungai," kata dia.

Nur berharap, selain kegiatan rutin bersih-bersih sungai dan lingkungan yang melibatkan masyarakat serta pemerintah setempat, juga bisa memiliki bank sampah. Sehingga masyarakat memanfaatkan dan mendaur ulang sampah menjadi barang bernilai dan bernilai ekonomis.

" Kami pengenya ada program pengolahan sampah daur ulang ,  tinggal bagaimana respon pemerintah setempat terutama perusahaan yang ada sekitar bisa mengalokasikan  CSR kesana." pungkasnya.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar