#polda#lampung#kompolnas

Kompolnas Catat 784 Kasus Penyalahgunaan Senjata Api Selama 11 Tahun

( kata)
Kompolnas Catat 784 Kasus Penyalahgunaan Senjata Api Selama 11 Tahun
Ketua Tim Peneliti Kompolnas Brigjen Musa Ikipson Manaek Muara Tampubolon didampingi Wakapolda Lampung Brigjen Subiyanto saat agenda pencegahan penyalahgunaan senpi oleh anggota Polda di Mapolda, Rabu, 24 November 2021. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co)--Tim peneliti Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mencatat sejak sebelas tahun terakhir dari 2010 sampai 2021 terdapat 784 kasus penyalahgunaan senjata api. Kemudian, 123 penyalahgunaan senjata api di tubuh Polri. Hal itu terungkap dalam kunjungan tim peneliti Kompolnas ke Polda Lampung. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka menjalankan agenda pembinaan dan pencegahan penyalahgunaan senjata api oleh anggota Polri.

Kunjungan tim peneliti Kompolnas tersebut diketuai Brigjen Musa Ikipson Manaek Muara Tampubolon dan disambut oleh Wakapolda Lampung Brigjen Subiyanto didampingi pejabat utama (PJU) Polda Lampung.  Wakapolda Lampung Brigjen Subiyanto menyampaikan penyalahgunaan senjata api pada Polri selama 11 tahun terakhir terdapat pada 123 personel. Penyalahgunaan itu terdapat pada senjata organik dan senjata nonorganik.

"Semoga hasil dari penelitian Kompolnas seluruh jajaran supaya kooperatif agar tim bisa menjalankan penelitian dengan baik sehingga kita mendapatkan masukan," kata Subiyanto, di Mapolda, Rabu, 24 November 2021.

Baca juga: Cegah Penyalahgunaan Senpi, Propam Polresta Bandar Lampung Cek Senjata Api Personel

Ketua Kompolnas Musa Ikipson Manaek Muara Tampubolon menyampaikan, agar diberikan data-data terkait penyalahgunaan senjata api oleh anggota Polri.

"Nanti akan diberikan masukan dari ketua Kompolnas. Apapun hasil dari kegiatan penelitian ini juga nanti akan kami sampaikan," kata Musa saat mengunjungi Polda Lampung, Rabu, 24 November 2021. 

Berdasarkan hasil penelitian tim Kompolnas terhadap 34 Polda, terdapat 10 Polda yang dilakukan pendalaman karena terdapat perubahan data. Kesepuluh Polda yang datanya berubah itu diantaranya Polda Riau, Kepri, Metro Jaya, Sulteng, Jogja, Jawa Tengah, Jambi, Lampung, Kalimantan Barat, dan Sumatra Utara. Dari 784 kasus penyalahgunaan senjata api itu, hasil penelitian menunjukkan yang paling banyak terjadi adalah senjata api hilang yakni sebanyak 18,49 persen.

Ketua Harian Kompolnas Irjen (Purn) Benny Mamoto, dalam diskusi grup terarah (FGD) yang digelar oleh Kompolnas pada pekan lalu di Jakarta, mengatakan latar belakang dilakukannya penelitian itu adalah banyaknya kasus pelanggaran penyalahgunaan senjata api memerlukan penanganan segera karena berdampak serius. Oleh karena itu, Kompolnas segera menyelesaikan penelitian tersebut. Selanjutnya, membuat rekomendasi bagi pimpinan Polri untuk mencegah penyalahgunaan senjata api oleh anggota Polri. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar