Pembobol-RekeningIlhambintang

Komplotan Pembobol Rekening Ilham Bintang Ditangkap

( kata)
Komplotan Pembobol Rekening Ilham Bintang Ditangkap
Polisi menangkap delapan orang pembobol rekening Ilham Bintang. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana


Jakarta (Lampost.co) -- Delapan orang yang menjadi kawanan pembobol rekening milik wartawan senior, Ilham Bintang, ditangkap. Kedelapannya merupakan sindikat penipuan asal Palembang, Sumatera Selatan.

Delapan penjahat itu adalah Desar alias Erwin, Hendri Budi Kusumo, Heni Nur Rahmawati, Rifan Adam Pratama, dan Teti Rosmiawati, Wasno, Jati Waluyo, dan Arman Yunianto. Otak komplotan ini tak lain adalah Dasar.

"Desar ditangkap di Palembang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Februari 2020.

Yusri mengungkapkan pihaknya menemukan barang bukti berupa senjata api dan sejumlah KTP-el saat menangkap Desar. Polisi terus mendalami kasus ini.

Desar diketahui sudah dua tahun melakukan hal serupa. Dia juga punya beberapa jaringan penipuan di daerah lain.

"Sudah ada beberapa korban. Masih kita dalami," kata Yusri.

Para tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pasal 363 dan Pasal 263 KUHP, serta Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Kedelapannya terancam hukuman 20 tahun penjara.

Ilham menjadi korban pembobolan rekening saat berada di Australia, Sabtu, 4 Januari 2020. Ilham mendapati ponselnya tidak mendapat sinyal meski sudah mendaftar masuk ke jaringan internasional.

Ilham tiba-tiba diberi tahu Commonwealth Bank ada transaksi pada Sabtu dan Minggu, 4-5 Januari 2020, melalui nomor ponselnya. Ilham menyadari rekeningnya dibobol.

Wartawan senior itu mendapati ada seseorang yang mengaku sebagai dirinya mendatangi gerai Indosat di Bintaro Jaya Xchange, Tangerang Selatan, Banten, Jumat, 3 Januari 2020. Orang itu meminta pengganti kartu subscriber identity module (SIM) milik Ilham.

Ilham langsung mengurus kartu setibanya di Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020. Dia melaporkan kasus ini dua hari setelahnya.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar