#antigen#bakauheni#pemalsuan

Komplotan Pemalsu Surat Antigen di Pelabuhan Bakauheni Ditangkap 

( kata)
Komplotan Pemalsu Surat Antigen di Pelabuhan Bakauheni Ditangkap 
komplotan pemalsu surat keterangan hasil rapid test antigen di Dermaga I Pelabuhan Bakauheni diamankan di Mapolres Lamsel. Lampost.co/Perdhana Wibysono


Kalianda (lampost.co) -- Polres Lampung Selatan (Lamsel) menangkap empat orang komplotan pemalsu surat keterangan hasil rapid test antigen di Dermaga I Pelabuhan Bakauheni.

Pengungkapan kasus tindak pidana pemalsuan surat itu bermula dari sebuah minibus jenis Daihatsu Luxio bernomor polisi (Nopol) B 1308 NYV dan Grandmax BE 1075 EX. 

Mereka yang ditangkap adalah ES (44), perawat sekaligus pemilik klinik, IS (39), warga Desa Wawasan, Kecamatan Tanjungbintang, serta RS (21) dan H (34), warga Desa Sumberjaya, Kecamatan Waway Karya, Lampung Timur (Lamtim). 

Kapolres Lamsel, AKBP Edwin menjelaskan, petugas menemukan surat antigen yang dijadikan syarat penyeberangan tersebut palsu.

"Kami cek dan periksa diduga surat keterangan rapid test palsu," kata dia, di Mapolres Lamsel, Senin, 13 Desember 2021. 

Baca: Pemalsu Surat Rapid Antigen Tertangkap Tangan di Jatiagung

 

Berdasarkan keterangan penumpang kedua minibus tersebut, surat itu dicetak tanpa tanpa terlebih dulu dilakukan rapid test.

"Mereka tidak menjalani sebagaimana seharusnya," ujarnya. 

Kedua minibus berikut sopir langsung diamankan ke Mapolres Lamsel untuk diminta keterangan dan pemeriksaan lebih lanjut.

"Barang bukti beberapa lembar surat antigen palsu berikut dua orang sopir dan kendaraan diamankan," ujar dia.

Hasil pemeriksaan kedua sopir, para penumpang membayar ongkos perjalanan yang sudah termasuk surat keterangan rapid test antigen. 

"Sudah sepaket dengan ongkos mobil," ujarnya. 

Surat palsu itu diperoleh dari IS (39) dengan cari kirim foto KTP dan nomor telepon seluler yang bersangkutan melalui aplikasi WhatsApp.

"Biaya satu surat keterangan rapid test antigen sebesar Rp50 ribu," kata dia.

IS ditangkap pada Selasa, 7 Desember 2021, sekitar pukul 23.30 WIB di Desa Wawasan, Kecamatan Tanjungbintang.

"Surat tersebut didapat dari Klinik Pratama," ujarnya. 

Akhirnya ES  (44), warga Desa Wayhui, Kecamatan Jatiagung selaku pemilik Klinik Pratama SS yang terletak di Kecamatan Tanjungbintang pun turut ditangkap. 

"Pemilik klinik yang mengeluarkan surat keterangan rapid test antigen ditangkap," ujar dia. 

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 263 ayat 1dan 2 KUHPidana jo Pasal 14 ayat 1 tentang wabah penyakit menular. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar