#ojekdaring#ojekonline#gojek#orderfiktif

Komplotan Order Fiktif Ojek Daring Ditangkap

( kata)
Komplotan Order Fiktif Ojek Daring Ditangkap
Polisi ringkus tujuh pelaku order fiktif Gojek. Medcom.od/ Octavianus Dwi Sutrisno


Depok (Lampost.co): Kepolisian Resor (Polres) Kota Depok, Jawa Barat menangkap komplotan pelaku order fiktif atau palsu pada layanan ojek daring Gojek. Tujuh pelaku order fiktif diamankan berkat kinerja sistem dan teknologi Gojek dalam mendeteksi kejahatan di era digital.

"Para pelaku dengan sengaja melakukan penipuan dan manipulasi atau perubahan penghilangan informasi elektronik atau dokumen elektronik," kata Kapolres Depok, AKBP Aziz Andriansyah, melansir Antara, Kamis, 21 November 2019.

Para pelaku berinisial SOM (38), MIK (20), TAR (25), DEN (29), NOP (35), AZI (30), dan ERM (31) dikenakan pasal berlapis yaitu Pasal 378 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara dan Pasal 35 Undang-Undang (UU) 19/2016 tentang ITE dengan ancaman 12 tahun penjara.

Polres Depok mengapresiasi tim Gojek beserta sistem dan teknologi di dalamnya karena membantu pengusutan kasus tersebut. "Kita semakin intensif lagi kerja sama dengan Gojek. Bukan hanya berkaitan keamanan aplikasi atau pelayanan di aplikasi Gojek saja, tapi Polri sendiri juga bisa memanfaatkan aplikasi dan teknologi yang ada di Gojek untuk turut menjaga kamtibmas di wilayah Depok," ujarnya.

Dari pengungkapan kasus tersebut, masing-masing pelaku berbagi peran. SOM bertugas sebagai merchant penjual sate di daerah Depok. Dua orang lainnya yakni MIK dan TAR berperan sebagai driver Gojek, dua orang lagi (DEN dan NOP) berperan sebagai pembeli. Sementara dua orang sisanya bertugas menjadi kasir.

"Di awal-awal pembagian (keuntungan hasil penipuan) adalah 40 persen untuk merchant dan sisanya dibagi-bagi. Berjalannya waktu menjadi 50 persen - 50 persen," kata Aziz.

Senior Manager Corporate Affairs Gojek, Alvita Chen mengatakan Gojek mengapresiasi kesigapan Kapolres Depok dan jajarannya."Gojek lakukan secara sigap bukan hanya secara sistem, tapi langsung turun ke lapangan berkoordinasi dengan pihak kepolisian," tegasnya.

Dia mengatakan Gojek akan terus secara proaktif mencegah, memantau, dan melaporkan ke pihak kepolisian atas segala tindak kecurangan. Hal tersebut demi menjaga kesejahteraan mitra (driver) dan kenyamanan pengguna.

"Kasihan mitra lain baik itu merchant GoFood maupun konsumen pengguna yang benar-benar membutuhkan menjadi korban dari aksi mereka," ujar dia.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar