#curanmor#beritakriminal#beritalampung

Komplotan Curanmor Gasak 50 Motor di Bandar Lampung

( kata)
Komplotan Curanmor Gasak 50 Motor di Bandar Lampung
Polresta Bandar Lampung meringkus komplotan pencurian motor (curanmor) yang spesialis beraksi di Bandar Lampung. Dalam aksinya, tersangka total menggasak 50 motor sepanjang 2020-2021. Lampost.co/Asrul


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Polresta Bandar Lampung meringkus komplotan pencurian motor (curanmor) yang spesialis beraksi di Bandar Lampung. Dalam aksinya, tersangka total menggasak 50 motor sepanjang 2020-2021.

Komplotan itu terdiri dari empat pelaku curanmor dan satu penadah. Dalam penangkapan itu tiga pelaku harus dihadiahi timah panas di kakinya, karena melawan saat hendak ditangkap.

Pelaku adalah Ongki Aprizal (22), Nikolas Negara (22), dan Muhammad Hafidz (22), warga Desa Jabung, Kecamatan Jabung, Lampung Timur, serta Ebin Dwinata (19), warga Desa Negara Batin, Jabung, Lamtim. Kemudian satu penadah, yaitu Darminto (50), warga Natar, Lampung Selatan.

Para pelaku ditangkap di Lampung Timur, dan Lampung Selatan, pada Selasa, 25 Mei 2021. "Ini komplotan curanmor yang terekam banyak CCTV dan meresahkan masyarakat akhir-akhir ini," ujar Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Resky Maulana, Jumat, 28 Mei 2021.

Dia menambahkan, komplotan tersebut tak segan melukai korbannya dengan senjata tajam jika terpergok. Bahkan, saat terekam CCTV pun beberapa terlihat pelaku mengacungkan senjata api.

Namun, kawanan tersebut bekerja di bawah penadah utama. Dalam beraksi, para tersangka dimodali uang Rp500 ribu sampai Rp1 juta. Mereka beraksi tak kenal waktu dan memetakan lokasi terlebih dahulu. Lalu menggasak motor korban, baik di halaman rumah, hingga parkiran minimarket.

Penadah utama tersebut masih diburu, sedangkan Darminto merupakan penadah ke dua, yang membeli motor dari penadah lainnya untuk dijual dengan harga lebih dan dijual ke luar Bandar Lampung. "Komplotan ini masih ada yang kami kejar. Setidaknya ada empat pelaku lain yang DPO, beserta penadah," katanya.

Resky menghimbau kepada masyarakat agar tidak membeli motor hasil curian, karena termasuk tindak pidana penadahan.

Dalam penangkapan, petugas juga menyita dua unit motor dan satu set kunci letter T.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara dan Pasal 480 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara.

Sementara, Ongki mengaku sudah sekitar 50 kali beraksi di Bandar Lampung. Beberapa kali aksinya pun sempat viral di media sosial, karena terekam CCTV. "Motornya saya jual Rp2,5 juta sampai Rp3 juta. Kami bagi dua atau orang tiga," paparnya.

Tersangka lainnya, Nikolas, mengaku baru tiga bulan ikut dalam komplotan tersebut. Setidaknya ada tujuh motor digasak. "Uangnya saya pakai buat judi online," katanya.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar