#pendidikan

Sekolah di Bandar Lampung Dimita Tidak Tutupi Kasus Perundungan

( kata)
Sekolah di Bandar Lampung Dimita Tidak Tutupi Kasus Perundungan
Ilustrasi perundungan diunduh Selasa, 2 Agustus 2022. (Foto: Istimewa)


Bandar Lampung (lampost.co) -- Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Bandar Lampung Ahmad Apriliandi Passa merespons kasus perundungan (bullying) yang dilakukan oleh siswa sekolah dasar (SD) di sekolah Tunas Mekar Indonesia (TMI). 

Menurutnya, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Kota Bandar Lampung juga sudah mendapat informasi kasus tersebut. Pihak korban juga sudah melaporkan ke dinas pendidikan Bandar Lampung. 

"Komnas PA akan melakukan pendampingan advokasi kepada korban, dan sebaiknya sekolah jangan ditutup-tutupi. Ini memang kejadian  yang tidak diinginkan semua sekolah, karena image mereka tidak baik," kata Ahmad Passa melalui telepon, Selasa 2 Agustus 2022. 
 
Ia menjelaskan perundungan tidak boleh terjadi di sekolah. Karena sekolah harus menjadi tempat yang aman, jangan hanya plang peringatan sekolah aman saja.

"Kejahatan bullying pun harus disosialisasikan oleh pihak sekolah khususnya dari kepala sekolah, tenaga pendidik, maupun murid harus cepat ditingkatkan agar hal ini tidak terjadi," jelasnya. 

Ahmad Passa menyampaikan dinas pendidikan Bandar Lampung tidak boleh lepas tangan dalam pembinaan antiperundungan meski di sekolah swasta. Selain itu, solusi konkretnya bagaimana menciptakan lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman untuk anak anak-mendapatkan pendidikan yang layak. 

"Tidak mendapatkan tekanan sehingga tidak nyaman untuk bersekolah. Ini bisa mengganggu lingkungan sekolah gitu. Oleh sebab itu, masih dilakukan upaya-upaya salah satunya dari pemerintah kota bisa turun langsung melakukan penyuluhan- penyuluhan antibullying," tuturnya. 

Ahmad Passa menambahkan kampanye juga harus masif dilakukan terhadap bahaya dan kejahatan lainnya seperti kejahatan seksual, kekerasan nonverbal dan verbal yang harus betul-betul dicegah. 

"Dengan kampanye-kampanye ini harus bisa dilakukan. Memang cakupannya sangat besar ya, tapi kan bisa menggandeng elemen masyarakat lain nantinya," pungkasnya.

 

Wandi Barboy






Berita Terkait



Komentar