#Covid-19#kotabumi

Komitmen Pemkab Utamakan Penanganan Covid-19 Harus Diikuti Lingkup di Bawahnya

( kata)
Komitmen Pemkab Utamakan Penanganan Covid-19 Harus Diikuti Lingkup di Bawahnya
Ilustrasi medcom.id


Kotabumi (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara (Lampura) mendorong setiap satuan kerja dapat optimal dalam menyerap anggaran, khususnya dana yang berasal dari dana alokasi khusus atau umum (DAK/DAU). Tujuannya agar bisa maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Lampura Lekok mengatakan Pemkab Lampura lebih fokus terdahap penanganan Covid-19 ketimbang proyek pembangunan fisik. Hal ini, kata dia, sesuai arahan pusat merefocusing anggaran selama pandemi. 

"Kalau untuk daerah, kami fokus terhadap penanganan Covid-19 yang dilaksanakan sampai ke tingkat bawah, yakni desa dan kelurahan," kata Lekok, Senin, 21 Desember 2020.

Pandemi Covid-19, menurut dia, tidak cuma memberi dampak pada kesehatan masyarakat, namun juga sisi ekonomi. Banyak warga kehilangan pekerjaan sehingga berpengaruh kepada seluruh sendi kehidupan. 

"Intinya keseluruhan lingkup Pemkab Lampura,"terang dia.

Akademisi Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) Suwardi mengatakan komitmen Pemkab lebih mementingkan penanganan Covid-19 ini harus diikuti seluruh satuan kerja di bawahanya. 

"Jadi tidak ada alasan untuk menunda apalagi meniadakannya," kata Suwardi.

Penggunaan dana kelurahan yang bersumber dari APBD dan DAU tambahan bantuan pendanaan diatur Permendagri No. 130/2018 tentang kegiatan pembangunan sarana dan prasarana kelurahan dan pemberdayaan masyarakat di kelurahan. Aturan ini sejalan dengan PMK Nomor: 8/PMK.07/2020 tentang tata cara penyaluran DAU tambahan 2020, sesuai dengan Instruksi Mendagri No.1/2020.

"Pemda dapat melakukan penjadwalan ulang capaian program dan kegiatan demi megutamakan penggunaan alokasi anggaran kegiatan tertentu (refocusing). Dan perubahan alokasi anggaran serta memanfaatkan uang kas yang tersedia, yang antara lain  berasal dari dana kelurahan," imbuhnya.

Informasi dikumpulkan di lapangan, keadaan masih terbalik. Asumsi yang tumbuh di masyarakat justru Pemkab seolah-olah masih mementingkan pembangunan fisik dari pada penanganan Covid-19. Hal ini karena adanya beberapa proyek pembangunan seperti di Kelurahan Tanjung Senang. 

Sementara di kelurahan lain, seperti Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, dan Tanjung Aman Kotabumi Selatan juga telah direalisasikan.

"Kami prihatin begini, sebab, pemerintah daerah saja lebih mementingkan penanganan Covid-19. Nah ini kok, seperti tak diikuti oleh bawahannya,"ujar salah seorang warga setempat.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar