#penganiayaan#pemukulan

Komisi V DPRD Sambangi RSUDAM Bahas Kasus Pemukulan Nenek Lasmi

( kata)
Komisi V DPRD Sambangi RSUDAM Bahas Kasus Pemukulan Nenek Lasmi
Komisi V DPRD Provinsi Lampung mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), Rabu, 8 September 2021. Salda A


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komisi V DPRD Provinsi Lampung mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), Rabu, 8 September 2021. Kedatangan mereka mempertanyakan kasus pemukulan terhadap nenek Lasmi yang diduga dilakukan oleh oknum satpam.

Anggota Komisi V DPRD Lampung Apriliati meminta pihak rumah sakit memberikan sanksi tegas untuk pembelajaran  satpam yang diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang ibu penjual air panas, Lasmi.

Baca juga: Nenek Penjual Air Panas Melapor Dipukul Satpam RSUDAM

"Harus diproses secara hukum. Ini bukan tipiring (tindak pidana ringan), jangan dibiarkan sikap arogan dan kekerasan terhadap perempuan dan wong cilik. Mereka mencari sesuap nasi penanganan bisa humanis dan beretika," tegas Apriliati.

Sementara, Wakil Ketua Komisi V DPRD Lampung Garinca Reza Pahlepi menambahkan, dalam sidak yang dilakukan pihaknya mendapatkan beberapa catatan yang harus diperbaiki oleh manajemen RSUDAM.

Pertama kurangnya personel satpam di RSUDAM, di mana luas tanah dan bangunan mencapai delapan hektare hanya dijaga 35 personel satpam. Maka dari itu pihak rumah sakit harus menambah personel.

"Rumah sakit yang luas dengan setumpuk persoalan untuk mengawasi pasien yang ada, perlu ditambah minimal 80 personel satpam," katanya.

Kedua SOP atau Standard Operating Procedure RSUDAM harus dipertegas, jika pengunjung hanya diperbolehkan satu orang maka seluruh pengunjung mengikuti aturan.

"Menegakkan SOP bahwa ini rumah sakit tidak boleh sembarang orang masuk harus steril. Jika tidak diboleh berdagang sediakan tempat untuk berdagang," katanya.

Kemudian, Anggota Komisi V DPRD Lampung Deni Ribowo menambahkan, CCTV yang ada di lingkungan RSUDAM sangat minim sehingga memicu terjadinya tindakan yang tidak diinginkan seperti pencurian.

"Kami juga mendapatkan pasien sering ada yang kehilangan ponsel, dompet, sepatu dan lainnya. Ada beberapa orang  yang dilakukan penindakan dan peringatan akibat perbuatannya," katanya

Deni melanjutkan, pihak Komisi V DPRD Lampung hanya fokus dengan perbaikan sistem yang ada di rumah sakit agar pelayanan maksimal dan pihak pengamanan satuan lebih humanis.

Winarko







Berita Terkait



Komentar