#mendikbud#beritanasional#pendidikan

Komisi IX Kecewa dengan Kinerja Mendikbud Nadiem Makarim

( kata)
Komisi IX Kecewa dengan Kinerja Mendikbud Nadiem Makarim
Ilustrasi - Medcom.id.

Jakarta (Lampost.co): Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian kecewa dengan kinerja Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatur kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Nadiem dinilai tidak berkaca pada kegagalan pendahulunya mengeluarkan sistem zonasi.

"Saya pikir menteri baru seharusnya evaluasi betul (PPDB), kita buat satu sistem lebih sempurna," ujar Hetifah dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk 'PPDB Amburadul, Mas Menteri Please Muncul', Minggu, 5 Juli 2020.

Hetifah menduga Nadiem sungkan mengganti kebijakan PPDB peninggalan Mendikbud Muhadjir Effendy. Mengingat, Muhadjir masih menjabat sebagai sebagai Menteri Koordinator bidang Pembagunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

Politikus Golkar itu menilai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 44 Tahun 2019 tentang PPDB hanya tambal sulam dari regulasi sebelumnya. Ia menegaskan sistem zonasi tidak dapat diterapkan selama sarana prasarna dan jumlah guru tidak merata.

"Kita belum menemukan sistem (PPDB) yang ideal betul," tutur dia.

Dia menyebut setiap tahun ajaran baru sistem penyaringan peserta didik baru langganan berubah. Alih-alih membawa perubahan dalam sistem pendidikan, justru kebijakan yang dikeluarkan memunculkan praktik kecurangan.

Seperti, pemalsuan surat keterangan tidak mampu (SKTM) sebagai syarat masuk prioritas peserta didik yang tidak mampu. Serta, pemalsuan alamat domisili sebagai syarat sistem zonasi sekolah.

"(Setiap kebijakan) harus evaluasi dulu, kalau mau berubah yang lebih baik. Jadi tidak trial dan error," tutur dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar