#vaksin#vaksinasi#covid-19

Komisi IX DPR RI Awasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Lampung

( kata)
Komisi IX DPR RI Awasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Lampung
Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI, Itet Tridjajati Sumarijanto, mendapat cendera mata dari Sektretaris Provinsi Lampung Fahrizal Darminto, di Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Jumat, 2 September 2022. (Lampost.co/Atika Oktaria)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) kunjungi Provinsi Lampung dalam rangka pengawasan pelaksanaan program vaksinasi covid-19.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI, Itet Tridjajati Sumarijanto mengatakan kunjungan kerja bertujuan untuk mengetahui capaian dan kendala yang dihadapi pemerintah provinsi Lampung.

"Hal ini guna mencari solusi terkait penanganan covid-19 serta pelaksanaan dan percepatan vaksinasi, agar program-program pemerintah dapat berjalan lancar," kata Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI, Itet Tridjajati Sumarijanto, di Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Jumat, 2 September 2022. 

Baca juga: Pengawasan Ketat Jaga Status PPKM Bandar Lampung di Level 1

Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, berharap mendapatkan solusi terbaik dalam melakukan upaya penanggulangan pandemi covid-19, khususnya pada upaya percepatan provinsi Lampung.

"Sudah banyak banyak strategi dan upaya yang dilakukan dalam menekan angka penyebaran kasus covid-19. Situasi pandemi di Lampung sudah lebih baik, terlihat dari angka kesembuhan kasus positif covid-19 sudah berada di atas 94% dan proporsi kasus aktif sebesar 0,21% di mana angka ini sudah berada di bawah angka nasional," papar dia. 

Fahrizal juga menjelaskan bahwa saat ini, provinsi Lampung berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 34 tahun 2022 untuk periode 2 Agustus s.d. 5 September 2022, 15 kabupaten/kota berada pada posisi PPKM level 1. 

"Peran pemerintah provinsi Lampung dalam penanganan covid-19 adalah melakukan testing, tracing, treatment, isolasi dan karantina serta komunikasi risiko dan pemberdayaan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan," kata dia.

Menurutnya, pada awalnya penerapan protokol kesehatan juga masih sulit dilaksanakan. Namun, setelah adanya Pergub yang kemudian ditingkatkan menjadi Perda dan juga peran dari tim pendisiplinan (TNI, Polri, Satpol PP, Satgas Covid-19) sudah mulai ada peningkatan kesadaran dari masyarakat. 

"Vaksinasi covid-19 di Lampung pertama kali dicanangkan pada 14 Januari 2021, adapun cakupan vaksinasi di Provinsi Lampung sampai 31 Agustus 2022 sudah tersebar di Provinsi Lampung," kata dia. 

Adapun ia memaparkan cakupan vaksinasi untuk total sasaran pada dosis lengkap (dua dosis) sebesar 64,64% belum mencapai target di atas 70%, cakupan vaksinasi dosis lengkap (dua dosis) untuk usia lanjut sebesar 57,89% dengan target di atas 60%, cakupan booster sebesar 21,98% dan cakupan untuk booster ke-2 bagi tenaga kesehatan sebesar 3,40%.

Meski cakupan vaksinasi covid-19 di provinsi Lampung belum maksimal, pihaknya mengajak seluruh pihak bekerja keras untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity

Wandi Barboy








Berita Terkait



Komentar