#pelayanan#rsudbobbazar

Komisi IV DPRD Lamsel Warning RSUD Bob Bazar

( kata)
Komisi IV DPRD Lamsel <i>Warning</i> RSUD Bob Bazar
Ilustrasi. Lampost.co


Kalianda (Lampost.co) -- Komisi IV DPRD Lampung Selatan memberi peringatan keras RSUD Bob Bazar, Kalianda, yang mengabaikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bahkan, wakil rakyat yang membawahkan urusan kesehatan itu telah menginstruksikan pimpinan rumah sakit plat merah itu untuk mengevaluasi tenaga medisnya.

Hal ini dikatakan anggota Komisi IV DPRD Lampung Selatan Andi Apriyanto, Selasa, 12 Mei 2020. Dia mengaku telah menerima informasi terkait dugaan penelantaran pasien ibu melahirkan di RS milik pemkab itu. Pihaknya, mengaku sangat terkejut mendengar hal yang tidak semestinya terjadi di dunia medis tersebut.

"Urusan menolong ibu hamil atau persalinan menjadi salah satu tolok ukur dalam dunia kesehatan. Semestinya tidak boleh seperti itu dan sudah saya peringatkan jangan sampai hal itu terjadi lagi di wilayah kita," katanya.

Dia menjelaskan peristiwa tersebut harus menjadi perhatian khusus jajaran RSUD Bob Bazar Kalianda untuk dibenahi. Jangan sampai persoalan pelayanan kesehatan dikaitkan dengan kondisi pandemi covid-19 yang tengah menghantui masyarakat.

"Jika memang ada dugaan atau kekhawatiran si pasien terpapar covid-19 kan ada prosedural khusus. Apalagi, sudah keluar hasil tes medisnya yang bersangkutan negatif. Jadi tidak ada alasan untuk tidak melayani pasien," ujarnya.

Berita terkait: RSUD Bob Bazar Kalianda Diduga Telantarkan Pasien

Ketika disinggung hal yang mengarah kepada keuntungan pribadi tenaga medis yang meminta pasien dirujuk ke RS Airan Raya, Andi enggan berspekulasi. Namun, yang jelas, dia minta tenaga medis memberikan pelayanan sesuai tupoksi mereka.

"Kami tidak mau berandai-andai terlalu jauh ke arah situ. Penekanan kita adalah RS Bob Bazar Kalianda harus memberikan pelayanan sebagaimana mestinya kepada masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.

Namun sayangnya, Direktur RSUD Bob Bazar, Kalianda, Media Apriliana tidak menjawab konfirmasi wartawan yang disampaikan baik via telepon maupun  WhatsApp-nya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar