#Narkoba

Komisi III Soroti Pengendalian Narkoba dari Lapas

( kata)
Komisi III Soroti Pengendalian Narkoba dari Lapas
Ilustrasi. Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komisi III DPR RI menyoroti kinerja Lembaga Permasyarakatan (Lapas) di Lampung. Salah satunya terkait temuan narapidana yang mengendalikan peredaran narkoba dari balik jeruji besi.

Dua kasus teranyar ditemukan di LP Kelas IA Bandar Lampung atau dikenal dengan LP Rajabasa.

"Kami monitor yang temuan 248 Kg (ganja)," ujar anggota Komisi III Taufik Basari usai kunjungan kerja di halaman Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Rabu, 17 Februari 2021.

Taufik tak memaparkan secara rinci bentuk pengawasan Komisi III DPR RI dan pihak Lapas Rajabasa.

Sebelumya diberitakan, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung menemukan pengendalian 248 kg ganja oleh napi bernama Heri Susilo (26), warga Bandar Lampung, pada awal Februari 2021.

BNNP Lampung juga membongkar peredaran 3,127 kg sabu-sabu yang dikendalikan napi Laps Rajabasa , Ahmad Affan (45), warga Aceh yang merupakan napi dengamn vonis seumur hidup dan Musatafa Kamal (44), serta Faisol Tanjung (23).

Bahkan, dikabarkan hasil tes urine seluruh napi tersebut positif narkoba.

Baca: Tangkap Kurir Sabu, Ternyata Pengendali Seorang Napi Rutan Polresta

 

Sementara, Kepala Lapas Kelas IA Bandar Lampung, Maizar mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan dan penindakan. Langkah diambil di antaranya dengan melakukan tes urine terhadap warga binaan di bagian dapur yang berpotensi menyelundupkan narkoba.

"Langsung kami tes urine, hasilnya negatif,:" paparnya.

Pihak Lapas juga melakukan razia pada Rabu, Kamis, Sabtu, dan Senin (10,11,13,15 Februari 2021) di blok para narapidana.

"Beberapa benda seperti ponsel, kabel, dan lainnya kami temukan. Razia ini terus kami gelar setiap hari," kata Maizar.

Maizar juga mengaku melakukan kontrol ketat terhadap pengawai Lapas. Jika ada yang terpergok membantu memasukkan narkoba akan ditindak.

"Kalau ada yang ketahuan, enggak main-main, kami tindak tegas," paparnya.

 

Disembunyikan dekat kandang

Informasi yang diterima Lampost.co, beberapa narapidana yang positif narkoba setelah dites urine sudah ditindak dan dipindahkan ke LP Nusakambangan pada akhir 2020 lalu.

Narkoba disembunyikan narapidana di kandang kambing yang telah dipindahkan lalu diambil napi lainnya.

Maizar tak menampik informasi tersebut, namun ia mengatakan masih mendalami dugaan tersebut.

"Kami masih menunggu juga pengembalian napi (Heri) dari BNNP Lampung untuk kita mintai keterangan," katanya.

Kadivas Kanwil Kemenkumham Lampung, Farid Junaidi, mengatakan, memang ada indikasi narkoba disembunyikan,yang telah dipindah ke LP Nusakambangan.

"Infonya disembunyikan di sekitar perkebunan dalam kandang kambing, tapi terus kita perketat dan razia dijalankan Kalapas. Jika ada petugas ikut bermain, sanksi tegas menanti," tegas Farid.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar