FPIRizieqShihab

Komisi III Apresiasi Sikap Kooperatif Rizieq

( kata)
Komisi III Apresiasi Sikap Kooperatif Rizieq
Imam Besar FPI Rizieq Shihab tiba di Polda Metro. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.


Jakarta (Lampost.co) -- Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengapresiasi sikap kooperatif Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Sikapnya itu disebut bisa membuat proses hukum berjalan lancar.

 

"Saya mengapresiasi sikap MRS yang akhirnya datang dan mau diperiksa oleh polisi, meskipun agak telat. Saya yakin kalau terus kooperatif seperti ini, maka proses hukum akan berjalan lancar," kata Sahroni, Sabtu, 12 Desember 2020.

Hari ini, Rizieq diperiksa oleh Polda Metro Jaya sebagai tersangka perkara dugaan tindak pidana pelanggaran protokol kesehatan covid-19 di DKI Jakarta. Sahroni meyakini, jika Rizieq tetap kooperatif, maka berbagai asumsi yang muncul di masyarakat juga akan bisa diselesaikan dan menghindari potensi konflik.

"Ini bagus karena bisa menghindari terjadinya konflik di masyarakat," kata politisi Partai NasDem ini.

 Sahroni menuturkan Komisi III DPR juga terus mengawal kasus ini. Sehingga, polisi bisa memproses kasus seterang-terangnya tanpa harus ada yang ditutup-tutupi.

"Kami juga di Komisi III berjanji akan terus mengawal kasus ini dan mengawal berbagai langkah kepolisian untuk menjamin proses hukum dilakukan seadil-adilnya. Seterbuka mungkin, enggak ada yang namanya kriminalisasi sesuai UU," kata dia.

Rizieq ditetapkan sebagai tersangka kasus pelanggaran protokol kesehatan usai menggelar acara akad nikah putrinya di Petamburan, Jakarta Pusat. Polisi juga menetapkan lima tersangka lain.

Lima tersangka lainnya, yakni Ketua Pantia Akad Nikah, Haris Ubaidillah; Sektretaris Panitia, Ali Bin Alwi Alatas; Penanggung Jawab bidang Keamanan, Maman Suryadi; Penanggung Jawab Acara, Sobri Lubis; dan Kepala Seksi Acara, Idrus.

Akad nikah anak Rizieq dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan pada Sabtu, 14 November 2020, kedapatan melanggar protokol kesehatan. Kegiatan itu ramai didatangi pengikut Rizieq. Banyak peserta yang berkerumun, tidak menjaga jarak, dan berpotensi meningkatkan penyebaran covid-19.

Polisi menyatakan ada unsur pidana dalam pelanggaran protokol kesehatan tersebut. Para tersangka dikenakan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dengan ancaman kurungan satu tahun atau denda Rp100 juta.

Lalu, ada pelanggaran Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan untuk Melakukan Kekerasan dan Tidak Menuruti Ketentuan Undang-Undang dengan ancaman enam tahun penjara atau denda Rp4.500. Selain itu, ada pelanggaran Pasal 216 ayat 1 KUHP tentang Menghalang-halangi Ketentuan Undang-Undang dengan ancaman pidana penjara empat bulan dua minggu atau denda Rp9.000.

Winarko







Berita Terkait



Komentar