#limbah#beritalampung

Kementerian Lingkungan Hidup Usut Limbah di Pesisir Lampung

( kata)
Kementerian Lingkungan Hidup Usut Limbah di Pesisir Lampung
Limbah aspal cemari pesisir Lampung. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung mengaku masih menunggu laporan dari pemerintah pusat mengenai limbah aspal yang mencemari pesisir Lampung. 

"Pencemaran ini sudah skala nasional dan pemerintah pusat membawa tim laboratorium. Saat ini masuk ke Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Mabel Polri," kata Plt. Kepala DLH Lampung, Murni Rizal, Kamis 23 September 2021. 

Untuk itu, pihaknya saat ini membantu KLHK untuk melengkapi data-data yang diperlukan, seperti kerusakan dari pencemaran dan kerugian yang ditimbulkan. 

"Kami juga koordinasi dengan DLH kabupaten dan kota agar tahu yang harus dilakukan," paparnya. 

Dari hasil pembersihan limbah tersebut, lanjutnya, KLHK meminta limbah disimpan di tempat khusus yang tidak boleh dibakar, dikubur hingga tak boleh bersentuhan dengan tangan. "Kami melakukan upaya antisipasi dari pencemaran ini untuk dilakukan rehabilitasi," ujar dia. 

Menurut dia pengusutan yang dilakukan KLHK dilakukan pada akhir Agustus dan awal September. Untuk itu, saat ini pihaknya hanya menunggu perkembangan, karena kewenangan persoalan tersebut saat ini dipegang KLHK. "Insya Allah dengan tim nasional turun bisa ditemukan pelakunya," harapnya. 

Sementara pihaknya berfokus pada langkah-langkah rehabilitasi. Sebab, kemungkinan ada sejumlah tambak binaan DKP, taman wisata, dan kegiatan masyarakat pesisir yang terdampak limbah. "Kerugian masih di data, seperti kegiatan nelayan, tempat wisata," ungkap dia. 

Begitu pula dampak terhadap biota laut yang belum mendapatkan laporan. "Harapan kami tidak ada, tapi memang sampai sekarang belum ada laporan dari DKP," tutup dia.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar