#Orangutan#KLHK#pelestarian#lingkunganhidup

KLHK Komit Selamatkan Orangutan

( kata)
KLHK Komit Selamatkan Orangutan
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar Sosialisasi Hasil dan Talkshow Konservasi Orangutan Indonesia di Jakarta, Selasa (22/8/2017). Lampost.co/Hesma Eryani


JAKARTA(Lampost.co) -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus berkomitmen dalam upaya penyelamatan dan pelestarian orangutan. Hal itu dilakukan antara lain dengan pemeliharaan koridor satwa orangutan, melakukan evakuasi dan translokasi dari areal perkebunan, penegakan hukum bagi para pemburu orangutan, serta bekerja sama dengan pusat rehabilitasi orangutan untuk melakukan rehabilitasi dan penglepasliaran orangutan.
"KLHK adalah bagian dari penyelesaian masalah orangutan," kata Direktur Jenderal KSDAE, KLHK Wiratno, dalam acara Sosialisasi Hasil dan Talkshow Konservasi Orangutan Indonesia di Jakarta, Selasa (22/8/2017).
Kalau memang ada orangutan di wilayah sawit atau hak pengelolaan hutan (HPH), pihaknya  akan komunikasikan dan carikan solusinya. Jika berada di hutan kemasyarakatan/hutan desa, akan  dikomunikasikan dengan Ditjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan.
Wiratno menjelaskan berdasar pada hasil Population and Habitat ViabilityAssessment (PHVA) Orangutan tahun 2016, saat ini diperkirakan terdapat 71.820 individu orangutan di Pulau Sumatera dan Borneo (Kalimantan, Sabah, dan Serawak), pada habitat seluas 17,46 juta hektare.
Populasi tersebut tersebar ke dalam 52 meta populasi (kelompok terpisah/kantong populasi), dan 38% di antaranya diprediksi akan lestari (viable) dalam 100–150 tahun ke depan.
Dibanding dengan kajian PHVA sebelumnya tahun 2004, populasi dan distribusi orangutan sumatera (Pongo abelii) makin berkembang, dari prediksi semula tercatat 6.667 individu, yang tersebar di habitat seluas 703.100 hektare, dengan batasan ketinggian di bawah 800 mdpl, saat ini populasinya diperkirakan sebanyak 14.470 individu, pada habitat seluas 2.155.692 hektare.
Orangutan sumatera juga dapat ditemukan pada habitat dengan ketinggian 1.500 mdpl, serta tersebar di 10 meta populasi, dan hanya dua populasi yang diprediksi akan lestari (viable) selama 100 – 500 tahun kedepan. Habitat tersebut adalah lokasi penglepasliaran di Jantho Aceh Tenggara, dan Bukit Tigapuluh di Jambi.
Data terbaru populasi dan habitat orangutan ini berdasarkan analisis kelangsungan hidup populasi dan habitat PHVA, yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan Forum Orangutan Indonesia (Forina), serta Forum Orangutan Regional dan para aktivis konservasi orangutan.
Sebanyak 57.350 individu orangutan borneo (Pongo pygmaeus) diperkirakan hidup pada habitat seluas 16.013.600 hektar, yang tersebar di 42 kantong populasi. Dalam waktu 100-500 tahun ke depan, terdapat 18 populasi yang diprediksi akan lestari.
Kondisi ini memperbarui fakta 10 tahun lalu, yang menyebutkan prediksi populasi sebesar 54.817 individu, pada habitat seluas 8,195 juta hektare. Jika membandingkan kepadatan populasi, terjadi kecenderungan penurunan dari 0,45-0,76 individu/km2 menjadi 0,13-0,47 individu/km2.
Ketua FORINA, Herry Djoko Soesilo, juga menyampaikan selain pengumpulan data dan informasi, PHVA juga sebagai pemutakhiran data kajian, dan untuk mengidentifikasi ancaman, meninjau upaya konservasi, serta membangun upaya konservasi ke depan.

Hesma Eryani







Berita Terkait



Komentar