#viruskorona #omnibuslaw #demotolakomnibuslaw #uuciptakerja

Klaster Covid-19 Pedemo Muncul Setelah Dua hingga Empat Minggu

( kata)
Klaster Covid-19 Pedemo Muncul Setelah Dua hingga Empat Minggu
Ilustrasi Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Klaster baru Covid-19 kemungkinan terlihat setelah dua hingga empat minggu kemudian, termasuk berlaku untuk klaster demo menolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) pada 9 Oktober 2020.

"Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan ditemukan sejumlah peserta aksi demonstrasi yang positif Covid-19. Namun, untuk gambaran secara utuhnya apakah aksi demonstrasi menimbulkan klaster dilihat dalam jangka waktu dua hingga empat minggu setelahnya," kata Juru bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa, 20 Oktober 2020. 

Ada 123 massa demo UU Ciptaker dinyatakan positif Covid-19. Perinciannya, 21 orang di Sumatera Utara, 34 orang di DKI Jakarta, dan 24 orang di Jawa Timur.

Kemudian, 30 orang di Sulawesi Selatan, 13 orang di Jawa Barat, dan satu orang di Yogyakarta. Guna antisipasi aksi lanjutan, Wiku meminta universitas untuk melakukan rapid test.

Berita terkait: Satgas: Libur Panjang Terbukti Menambah Kasus Covid-19

Universitas harus menelusuri kontak dan melarang mahasiswa turun ke jalan bila terdapat mahasiswa yang positif. Hal yang sama juga harus dilakukan perusahaan.

"Bagi mahasiswa yang hasil testing-nya reaktif agar segera ditelurusi kontak terdekatnya atau tracing. Sediakan juga isolasi bagi mahasiswa yang terindikasi reaktif atau positif," kata dia.

Wiku juga menyesalkan masyarakat kembali melakukan unjuk rasa di tengah pandemi Covid-19. Mereka kembali menuntut agar UU Ciptaker dibatalkan.

"Aksi penyampaian pendapat secara terbuka terkait Undang-Undang Cipta Kerja dengan jumlah massa yang cukup banyak ini berpotensi menjadi klaster covid-19," katanya.

Medcom







Berita Terkait



Komentar