#viruscorona#viruskorona#kesehatan#beritalamtim

Klaster Baru Lamtim: Pemilik Pabrik Beras, ART Hingga Tukang Pijit Terpapar Covid-19

( kata)
Klaster Baru Lamtim: Pemilik Pabrik Beras, ART Hingga Tukang Pijit Terpapar Covid-19
Ilustrasi - Medcom.id.

Sukadana (Lampost.co): Jumlah warga Kabupaten Lamtim yang terpapar Covid 19 terus bertambah. Sebelumnya tercatat 16 orang kini bertambah lagi lima orang, sehingga total warga Lamtim yang terpapar Covid-19 sudah mencapai 21 orang.

Sekretaris Gugus tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Lamtim, Mashur Sampurna Jaya, menjelaskan tambahan lima warga Lamtim positif Covid-19 tersebut merupakan hasil tracing dari klaster pabrik beras Raman Utara.

Dimana pada klaster pabrik beras Raman Utara tersebut tercatat sembilan orang, termasuk pemilik pabrik, keluarga, karyawan, dan asisten rumah tangga, hingga tukang pijat positif terpapar Covid-19.

Mashur mengatakan pihaknya menindaklanjuti kasus Covid-19 klaster pabrik beras Raman Utara dengan melakukan tracing dan pengambilan sampel terhadap 72 orang warga Kecamatan Raman Utara yang pernah kontak langsung dengan sembilan orang yang sudah positif terpapar Covid-19 pada Minggu, 13 September 2020.

Hasil tes swab dari 72 orang tersebut, lima diantaranya dinyatakan positif terpapar Covid-19. Kelimanya adalah laki-laki berinisial ZS (18),  FAS laki-laki (20), SP laki-laki (45), PS laki-laki (27), dan AP perempauan (48).

Untuk empat pasien laki-laki yang terpapar Covid-19 sudah dibawa untuk menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Sukadana, pada Rabu (16 September 2020). Sementara untuk satu pasien wanita kini menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

Dijelaskan Mashur, menyikapii adanya tambahan lima warga positif Covid-19 dari klaster pabrik beras tersebut, maka Satgas kecamatan setempat bersama relawan terus turun melakukan tracing terhadap orang-orang yang merasa pernah berkontak dengan kelima pasien Covid-19 tersebut.

"Selain itu kepada keluarga dari lima pasien positif Covid-19 itu, pihak Satgas dan relawan juga sudah meminta agar mereka semua dapat melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing dengan menerapkan protokol kesehatan ketat," katanya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar