#klaim#autp#palas

Klaim AUTP Dua Desa di Palas Belum Cair

( kata)
Klaim AUTP Dua Desa di Palas Belum Cair
dok Lampost.co

Kalianda (Lampost.co) -- Puluhan hektare tanaman padi didua Desa di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, yang alami gagal panen belum menerima pencairan klaim asuransi usaha tani padi (AUTP). Padahal, proses pengajuan klaim ganti rugi dampak dari bencana banjir itu sudah diusulkan kepada PT Jasindo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, kedua desa yang hingga kini belum mendapatkan pencairan klaim AUTP itu, yakni Desa Pulautengah dan Baliagung. Petani setempat berharap klaim AUTP segera dicairkan melalui rekening kelompok tani.

Ketua Gapoktan Balijaya Desa Baliagung, Dewa Aji Tastrawan mengatakan pada musim tanam rendeng awal 2019 lalu terdapat seluas 18 hektare tanaman padi yang mengalami puso atau gagal panen akibat terendam banjir. Namun, usulan klaim AUTP dari petani hingga saat ini belum cair.

"Ada 18 belas hektare tanaman padi yang mengalami puso. Dan semua sudah diusulkan klaim ganti rugi kepada PT Jasindo. Namun, hingga saat ini pencairan ganti rugi belum diterima oleh petani. Ya, hampir mau satu tahun," kata dia, Minggu, 8 Desember 2019.

Hal senada diungkapkan, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Pulautengah, Dwi Ratnasari. Dia mengatakan hingga saat ini seluas 40 hektare tanaman padi di Desa Pulautengah belum mendapatkan pencairan klaim AUTP.

"Ya, memang belum cair usulan AUTP petani yang tanaman padinya gagal panen pada awal 2019. Kami belum tahu permasalahannya apa. Tapi, petani sudah mengusulkannya. Hanya tinggal menunggu cair," kata dia.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Palas, Agus Santosa mengatakan hingga saat ini Desa Baliagung dan Pulautengah yang belum mendapatkan pencairan klaim AUTP dari PT Jasindo. Pihaknya juga belum mengetahui keterlambatan pencairan klaim ganti rugi AUTP tersebut.

"Padahal, petani sudah menyusun kelengkapan berkas pengajuan klaim kepada PT. Jasindo sejak awal tahun 2019. Kami belum tahu apa penyebab keterlambatan pencairan klaim AUTP itu. Harapan kami petani bisa bersabar menunggu pencairan ini," kata dia.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar