#Haji

KKP II Panjang Pastikan Makanan Calon Jemaah Haji Aman

( kata)
KKP II Panjang Pastikan Makanan Calon Jemaah Haji Aman
Petugas KKP Kelas II Panjang saat lakukan pemeriksaan terhadap bahan pangan yang dibawa oleh calon jamaah haji ketika masuk asrama haji, Selasa, 7 Juni 2022. Deta Citrawan


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Panjang melakukan pemeriksaan terhadap pangan yang dibawa calon jemaah haji. Hal ini untuk memastikan makanan calon jemaah haji aman.


"Calon jemaah haji yang masuk asrama dilakukan pemeriksaan terhadap pangan yang dibawa, hal ini sebagai upaya perlindungan/pengendalian faktor risiko terhadap pangan yang tidak aman, karena akan menimbulkan gangguan kesehatan bagi jemaah," ujar koordinator Pengendalian Risiko Lingkungan, KKP Kelas II Panjang, Hazairin, saat ditemui di asrama haji Lampung, Selasa, 7 Juni 2022. 

Adapun gangguan kesehatan akibat makanan/minuman antara lain yaitu, sakit kepala, mual, muntah, gangguan pencernaan baik sakit perut, maupun diare. 

Di lihat dari masa inkubasi sejak makanan/minuman dikonsumsi sekitar 8 jam akan timbul penyakit, maka kemungkinan calon jemaah haji tersebut sudah berangkat/terbang. Di mana lamanya penerbangan kurang lebih 10 jam dan calon jemaah haji yang mendapat gangguan kesehatan seperti diare di pesawat maka resikonya membahayakan jiwa penderita karena dikhawatirkan akan terjadi kekurangan cairan/dehidrasi. Selain itu beresiko menularkan penyakit bagi calon jemaah lain. 

"Jenis makanan/minuman yang diperbolehkan dibawa oleh calon jemaah haji untuk dikonsumsi adalah yang tidak cepat membusuk/basi dan memiliki label masa kadaluarsa. Jika dalam pemeriksaan ditemukan diluar itu makan diamankan, selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga atau petugas kantor Kemenag jamaah haji tersebut," kata dia.

Pihaknya menerangkan juga bahwa, selama di asrama haji telah disediakan makanan/minuman serta Snack untuk calon jamaah haji, yang aman untuk dikonsumsi dan telah melalui pengawasan oleh petugas KKP mulai dari bahan mentah, proses pemasakan sampai penyajian, serta dilakukan pemeriksaan sampel pangan ke laboratorium kesehatan daerah Lampung, sehingga calon jamaah haji tidak perlu khawatir akan kekurangan makanan dan minuman. 

"Diharapkan upaya yang dilakukan oleh KKP kelas II Panjang dalam rangka perlindungan terhadap kesehatan calon jemaah haji, dapat melindungi dari kejadian penyakit akibat makanan/minuman yang tidak aman," harapnya.

Winarko








Berita Terkait



Komentar