#bandarlampung#lampung

KKP Ajak Semua Pihak Lindungi Kawasan Selat Sunda

( kata)
KKP Ajak Semua Pihak Lindungi Kawasan Selat Sunda
Konsultasi Publik Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional (RZ KSN) Selat Sunda. Agenda tersebut dilaksanakan di Ruang Abung, Balai Keratun Pemerintah Provinsi Lampung, Rabu (16/10/2019) Triyadi Isworo/Lampost

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kementerian Kelautan, dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Perencanaan Ruang Laut – Ditjen Pengelolaan Ruang laut menggelar acara Konsultasi Publik Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional (RZ KSN) Selat Sunda. Agenda tersebut dilaksanakan di Ruang Abung, Balai Keratun Pemprov, Rabu 16 Oktober 2019.

Direktur Direktorat Perencanaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Suharyanto mengatakan konsultasi bertujuan untuk memperoleh umpan balik para stakeholder atas draft  RZ Kawasan Strategis Nasional Selat Sunda khususnya dalam hal penetapan rencana peruntukan ruang di laut yang bernilai strategis berdampak penting dan luas secara nasional.

"Dalam konsultasi publik ini dilakukan pula penajaman rumusan isu-isu strategis serta permasalahan pemanfaatan ruang guna menyusun indikasi program yang merupakan bagian dari Rancangan Peraturan Presiden tentang Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional Selat Sunda," katanya dalam sambutannya.

Arahan pemanfaatan ruang kawasan strategis nasional ini disusun dalam Rencana Zonasi (RZ KSN), yang merupakan Mandat UU 32 Tahun 2014 tentang kelautan sebagaimana diurai dalam Pasal 44 – 45 dan lampiran X  PP 32 Tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Laut. Wilayah tersebut mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap kedaulatan negara, pertahanan dan keamanan negara, ekonomi, sosial, budaya, dan/atau lingkungan, termasuk wilayah yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia serta pendayagunaan sumberdaya alam dan/atau teknologi tinggi. 

"Selat Sunda pada saat ini terdapat kegiatan-kegiatan yang termasuk kedalam kategori berdampak penting dan berskala nasional. Kawasan Selat Sunda mengacu pada penetapan Draft IHO (International Hydrographyc Organization) Tahun 2002, mencakup luasan 12.837,91 KM yang menghubungkan Provinsi Banten dan Provinsi Lampung," katanya.

Posisi dan Potensi Kawasan Selat Sunda sangat Strategis, diantaranya: Selat Sunda sebagai pintu gerbang dalam ALKI I, Kawasan Selat Sunda termasuk koridor Sumatera dan Koridor Jawa dalam Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), Perairan Selat Sunda memiliki potensi perikanan yang tinggi dan menjadi salah satu lokasi kegiatan perikanan tangkap baik perikanan pelagis, demersal, maupun karang. 

"Ancaman yang timbul di sekitar Selat Sunda dapat berupa pencemaran, kerusakan lingkungan, pemancingan ilegal (illegal fishing), penyelundupan, pencurian sumber daya alam, dan perampokan terhadap kapal yang melintas. Kawasan Selat Sunda memiliki potensi bencana alam seperti gempa bumi, letusan Gunung Anak Krakatau dan tsunami," katanya.

Kawasan Selat Sunda apabila tidak diselaraskan dan diserasikan, maka akan dapat memicu munculnya persoalan pemanfaatan ruang laut yang kompleks dan dinamis. Sebagai akibatnya, antara lain bertambahnya kerusakan ekosistem dan lingkungan laut, terhambatnya kelancaran pelayaran pada jalur ALKI Selat Sunda, terganggunya kelancaran kegiatan kepelabuhanan, terganggunya ruang laut untuk keberlanjutan daerah tangkapan ikan, terganggunya ruang laut untuk keperluan obyek-obyek vital nasional, dan sebagainya.

"Dalam upaya mengurangi dan mengurai persoalan-persoalan tersebut, maka kehadiran pemerintah sebagai regulator wajib hukumnya menurut UU32/2014 tentang Kelautan untuk malakukan perencanaan pengelolaan ruang laut, dalam hal ini berupa Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional Selat Sunda," katanya.

 

Triyadi Isworo

Berita Terkait

Komentar