#hiburan#tempatnongkrong#BandarLampung

KJ2 Isi Acara Tembang Kenangan di Lampung Walk

( kata)
KJ2 Isi Acara Tembang Kenangan di Lampung Walk
Lampung Walk menggelar acara Tembang Kenangan rutin setiap Rabu. Kali ini menghadirkan Komunitas Jalur Dua Way Halim (KJ2) Bandar Lampung. Lampost.co/Setiaji Bintang Pamungkas

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Lampung Walk menggelar acara Tembang Kenangan bersama Komunitas Jalur Dua Way Halim (KJ2) Bandar Lampung.
GM Lampung Walk Johan Gunawan mengatakan agenda itu dilakukan secara rutin yakni Rabu (23/8/2017) malam. Pengunjung menikmati alunan musik secara gratis. Acara dimulai pukul 19.30- 22.00.
"Kita memang selalu sediakan live music setiap hari, tapi khusus malam Kamis ada tembang kenangan untuk menyedot animo masyarakat semua kalangan. Secara rutin akan kami gelar," kata dia, Rabu malam (23/8/2017).
Beberapa lagu seperti Juwita Malam, Kerinduan dari Bob Tutupoli, Tipuan Asmara,  Around The World,  Antonio Song, dan banyak lagi. Sajian musik dimainkan oleh Harmoni Band berhasil memanjakan para pengunjung Sajian tembang lawas yang sangat enak didengar. Pengunjung bisa sambil menyantap makanan dari berbagai tenant yang tersedia di sana.
Kebanyakan pengunjung tak datang sendiri, tapi bersama keluarga, pasangan maupun rekan sejawat. Pelataran Lampung Walk terlihat indah. Beberapa pohon yang berjarak dililitkan lampu berwarna ungu sehingga menambah kesan romantis pada malam itu. Pengunjung makin dimanjakan dengan kebebasannya untuk menyumbangkan lagu baik nasional maupun mancanegara.
"Kita menyediakan wadah kepada para penggemar tembang kenangan,  jadi Lampung Walk bukan hanya untuk anak muda tapi semua kalangan," ujarnya.
Harapannya, setiap malam kamis,  para penggemar musik jaman dulu bisa ada tempat berkumpul di Lampung Walk.
"Kami akan terus memberikan pelayanan terbaik kepada para pengunjung,  dengan para pramusaji yang bersiaga jika ingin memesan makanan maupun minuman," tuturnya.
Ketua KJ2 Masri mengatakan tembang kenangan merupakan satu genre musik yang bisa mengangkat dan mengungkit kenangan lama. Di sini juga menjadi pasar yang baik karena animonya tinggi.
"Rata-rata penggemarnya adalah 50 tahun ke atas,  mereka punya memori sendiri terhadap jalan hidupnya baik cinta,  rumah tangga maupun karier. Kini komunitas tembang lawas semakin ramai,"ujarnya. 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar