#wisata#pariwisata

Kisah Sugiono Penjual Kopi Keliling di Sungai Dam Raman

( kata)
Kisah Sugiono Penjual Kopi Keliling di Sungai Dam Raman
Sugiono, penjual kopi keliling di tengah sungai Dam Raman, Metro. Lampost.co/Bambang


Metro (Lampost.co) -- Sungai Dam Raman merupakan salah satu destinasi wisata alam di Kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro. Selain menjadi tempat rekreasi, aliran itu juga kerap dijadikan tempat memancing bagi warga sekitar.

Namun, dari keramaian lokasi tersebut, ada satu sosok yang mencari pundi-pundi rupiah dengan berjualan kopi di tengah sungai. Sugiono (41) warga desa Bandarsari, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah, yang mencari rezeki dengan berjualan kopi keliling di sekitar Dam Raman.

Dengan menggunakan satu unit sampan, dia mengarungi panjangnya aliran sungai. Tak heran, dia menjadi satu-satunya penjual kopi bagi pemancing air tawar.

Pembelinya cukup berteriak kopi dari kejauhan, sehingga Sugiono langsung mendayung sampannya untuk mendatangi calon konsumennya. 

"Awalnya saya hanya iseng-iseng saja, karena sebelumnya saya juga hobi mancing di Dam raman. Tapi, lama-kelamaan tertarik berjualan kopi di sekitar sini," ujar Sugiono di pinggiran Dam Raman.

Dia mengaku, dapat menghabiskan lima termos air panas dalam sehari untuk melayani pemesanan kopi di sekitaran Dam Raman.

Selain kopi hitam, dia pun menyediakan berbagai macam jenis kopi kemasan dan makanan ringan, seperti mi instan. "Seberapa pun dapatnya tetap disyukuri. Nama nya juga rejeki," ucap syukurnya saat barang dagangannya habis.

Namun, di tengah lancarnya usaha kopi apung Sugiono, dia juga pernah vakum berjualan di sekitar Dam Raman saat masa sistem pengeringan. Sehingga, pemancing dan pelanggannya pun tidak ada.

Dia melanjutkan, walaupun menjadi satu-satunya penjual kopi di lokasi itu, tak membuatnya memonopoli harga kopi. Sebab, dia tetap memberikan harga yang terjangkau, bahkan sama dengan yang dijual di warung kopi pada umumnya. "Kopi hitam Rp3.000, kopi saset Rp4.000, dan mi instan Rp6.000," ujar dia.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar