#beritalampung#beritabandarlampung#humaniora#unila

Kisah Lusmeilia Afriani, Bercita-cita Insyinyur sampai Jadi Orang Nomor 1 di Unila

( kata)
Kisah Lusmeilia Afriani, Bercita-cita Insyinyur sampai Jadi Orang Nomor 1 di Unila
Rektor Unila periode 2023-2027 Prof. Lusmeilia Afriani. Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho


Bandar Lampung (Lampost.co): Minat menjadi menjadi seorang insinyur sudah dimiliki oleh Rektor Unila terpilih periode 2023-2027, Prof. Lusmeilia Afriani. Lusi sapaan akrabnya, mengawali pendidikan tinggi di Fakultas Non Gelar Teknik (FNGT) Universitas Lampung di program studi (Prodi) D3 Teknik Sipil, jurusan yang sempat membuat ia dilema.

Lusi bercerita bukan teknik sipil yang menjadi jalan melanjutkan pendidikannya, melainkan jurusan teknik kimia atau pertanian. Namun, takdir berkata lain ia diterima dan kuliah di program studi teknik sipil.

Keraguan dan bimbang tambah dirasakan oleh Lusi. Ia baru tahu prodi teknik sipil yang ia pilih bukanlah jenjang S1, tetapi D3. Ia baru tahu hal ini setelah ia diterima.

Di dalam keraguan dan kebimbangan itu, sang ibu memberi nasihat untuk tetap melanjutkan prodi teknik sipil meski hanya D3.

"Jalani saja," kata Lusi menirukan ucapan ibunya, Jumat, 30 Desember 2022.

Setelah tuntas di D3 teknik sipil Unila pada 1988, ia melanjutkan pendidikan S1 teknik sipil di Institut Teknologi Surabaya (ITS) dan selesai pada tahun 1991.

Belum puas memiliki gelar S1 teknik sipil ITS, Lusi melanjutkan pendidikan program Magister pada tahun 1998 di Universite de Nantes, Prancis. Perjalanan pendidikannya di Paris pun juga memiliki banyak cerita. Hanya cukup setahun ia menyelesaikan pendidikan program magister di negara heksagon itu.

Keinginannya untuk terus belajar hal-hal baru, membuat ibu dua anak ini ingin kembali ke Prancis. Gelar doktornya ia raih di Universite de Caen dan selesai di tahun 2004.

Setahun pascameraih gelar doktoral di Prancis, Lusi mendaftarkan diri menjadi pimpinan Fakultas Teknik Unila periode 2005-2009.

Alhasil, ia terpilih menjadi Wakil Dekan 1 Bidang Akademik Fakultas Teknik Unila. Selesai mengemban amanah sebagai Wakil Dekan 1 Bidang Akademik, ia terpilih Dekan Fakultas Teknik Unila periode 2009-2013.

Pasca menjadi Dekan di fakultasnya sendiri, periode 2014-2020 ia kembali diamanahkan untuk menjadi Kepala Laboratorium Mekanika Tanah, Fakultas Teknik Unila.

Lalu di awal masa kepemimpinan Rektor Unila Karomani, tepatnya Januari 2020 ia diangkat menjadi Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unila.

Dan terakhir di penghujung 2022, ia terpilih menjadi orang nomor satu di Unila. Lusi terpilih menjadi Rektor Unila periode 2023-2027.

Lusi berhasil mengungguli dua pesaingnya yakni Prof. Asep Sukohar yang masih menjabat Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Umum Unila, dan Prof. Suharso sebagai Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Unila.

Sebagai orang nomor satu, ia perlu orang yang membantu kerja-kerjanya selama empat tahun ke depan. Ia menyampaikan jika wakil rektor yang ideal menurutnya adalah orang yang memiliki dedikasi, integritas, memiliki pengalaman kerja dan bekerja sesuai koridornya.

"Yang bisa mengawal program kita be strong," ujarnya.

Terakhir, selama kepemimpinannya ia akan menerapkan kerja berbasis kekeluargaan dan memberi arahan kepada tim kerja kalau semua ada tanggung jawab dan desknya masing-masing.

"Sehingga konsentrasi dengan pekerjaannya dan harus visi misi yang sudah dibangun harus dijalankan sebaik mungkin," pungkasnya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar