#pilpres2024#pemilu2024

King Maker Pilpres 2024 Dinilai Masih Dilema

( kata)
King Maker Pilpres 2024 Dinilai Masih Dilema
Peneliti LSI Denny JA, Fitri Hari.


Jakarta (Lampost.co) -- Sebanyak empat king maker dinilai bakal menentukan calon presiden dan calon wakil presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Mereka Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto (AH), Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh.

Namun, para king maker dinilai memiliki dilema masing-masing. Terutama, dalam menentukan capres-cawapres.

"Dilema ini berkaitan dengan posisi capres maupun cawapres yang akan diusung, posisi di pemerintahan, posisi koalisi, atau bahkan slogan ke depan sebagai penerus atau antitesa Jokowi (Presiden Joko Widodo)," ujar peneliti LSI Denny JA, Fitri Hari, Jakarta, Selasa, 20 Desember 2022.

BACA JUGA: Anies-Khofifah Dinilai Berpeluang Besar Menang Pilpres 2024

Dia mencontohkan Megawati. Megawati dilema membuat kadernya sebagai cawapres bagi Prabowo atau meninggalkan Prabowo dan menjadikan kader PDIP maju sebagai capres.

 

"Dilema Airlangga Hartarto misalnya adalah maju sebagai capres (tapi elektabilitas belum tinggi) atau fokus menjadi cawapres bagi capres yang potensial menang," ucap dia.

 

Dia menilai Surya Paloh juga dilema NasDem tetap di pemerintahan atau keluar dari pemerintahan agar tegas Anies Baswedan yang diusung membawa isu perubahan.

 

Sementara itu, Prabowo dilema karena kesulitan mencari cawapres di luar PKB. "PKB berkukuh harus Cak Imin (Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar) cawapresnya," ujar dia.

 

Dari survei LSI Denny JA, masyarakat yang tidak puas terhadap kinerja Presiden Jokowi dan memilih Anies 35,6 persen. Sedangkan, masyarakat yang memilih Prabowo 27 persen dan Ganjar 8,5 persen.

 

"Di pemilih yang tidak puas dengan kinerja presiden Jokowi, Anies yang menang," ucap dia.

 

Sementara itu, masyarakat yang puas dengan kinerja Presiden Jokowi, lebih banyak memilih Ganjar 32 persen. Masyarakat yang memilih Prabowo 23,1 persen, dan memilih Anies 12,3 persen.

Survei itu dilakukan menggunakan 1.200 responden di 34 provinsi pada 10-19 Oktober 2022. Wawancara dilaksanakan secara tatap muka. Margin of error survei ini adalah sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar