#walikota#geram#pdam

Kinerja PDAM Way Rilau Bikin Wali Kota Geram

( kata)
Kinerja PDAM Way Rilau Bikin Wali Kota Geram
Wali Kota Bandar Lampung Herman HN saat lakukan kunjungan ke Kantor PDAM Way Rilau, Rabu (11/12). Lampost.co/Deta Citrawan

Bandar Lampung (Lampost.co) –  Wali Kota Bandar Lampung Herman HN geram terhadap pelayanan kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Rilau, Rabu, 11 Desember 2019.  Herman HN menemukan tunggakan pembayaran air bersih di salah satu restoran cepat saji. Diketahui tunggakan telah terjadi 28 bulan atau kurang lebih 2 tahun lamanya.

Wali Kota mempertanyakan PDAM tidak tegas terhadap  konsumennya yang diketahui menunggak pembayaran. Herman menilai PDAM Way Rilau tidak becus dalam mengelola salah satu Badan Usaha MIlik Daerah (BUMD) itu.

“Kenapa enggak ditagih-tagih, kan sudah dipasang meteran tiap konsumen itu, bisa sampai 2 tahun nunggak enggak di tagih kenapa? Ini bukan salah dia (konsumen), salah sini kenapa enggak di tagih,” tegas Herman HN.

Tidak satu pun petugas PDAM yang dapat menjelaskan cecaran Wali Kota itu. Tunggakan pembayaran tersebut mencapai angka Rp17,5 juta dengan volume pemakaian air rata-rata 2,5 kubik per harinya.

“Roboh kantor ini kalau begini cara kalian kerja, kenapa bagian penagihan enggak menagih ke sana. Bangkrut perusahaan ini, ini uang daerah pakai uang rakyat ini jangan macem-macem kalian bisa bangkrut perusahaan ini,” lanjutnya.

Pihak PDAM Way Rilau sendiri mengklaim bahwa di Bandar Lampung terdapat 42 ribu sambungan air bersih. Dan 80 persen diantaranya rutin dalam hal pembayaran dan diberlakukan penagihan.

Kepala Bagian (Kabag) Humas PDAM Way Rilau Agung Purnama tidak berkenan untuk memberikan komentar lantaran hal itu menjadi wewenang bagian tunggakan. "Bagian tunggakan, kita nggak bisa terangkan," singkat Agung.

Sementara itu, Puji Hartono, Kasubag Penagihan PDAM Way Rilau, sempat membantah tunggakan restoran cepat saji yang menunggak dua tahun dengan dalih pelanggan baru. "Saya sendiri kurang paham, tapi kan memang pelanggan baru, kita juga nggak tahu kalau memang nunggak sudah banyak. Berapa bulan gitu," ungkapnya.

Dikonfirmasi terkait data yang disampaikan Wali kota, Puji menjelaskan tunggakan hanya Rp1.280.000 saja. Akan tetapi angka yang disampaikan terbilang jauh dari angka dipaparkan kepada wali kota sebelumnya. 

"Bukan salah ngomong (walikota,red). Nunggak Rp1.280.000,-. Kalau tagihannya ada, kita beri terus surat peringatan cuma belum bayar. Nggak salah juga, benar seperti itu. Saya kurang paham juga," jelasnya.

Ditanya kenapa tidak dilakukan pemutusan sambungan air terhadap konsumen yang menunggak, Puji tidak dapat menjelaskan. Akan tetapi menurutnya sesuai aturan yang berlaku seharusnya telah dicabut.

Aturan ini telah diterapkan sejak lama terhadap masyarakat, di mana setelah pelanggan menunggak selama kurang lebih tiga bulan diberikan surat peringatan. Selanjutnya diberi tempo waktu sepuluh hari bagi pelanggan agar dapat melakukan pembayaran. Jika diabaikan oleh pelanggan, PDAM Way Rilau melakukan pemutusan sambungan air kepada pelanggan.

"Nggak, masalah sesuai aturan seharusnya sudah dicabut. Kalau saya kan penagihan rekening. Kita juga sudah Surati mereka," pungkasnya.  

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar