#medsos#kilabkalob#nuansa

Kilab-kalob

( kata)
Kilab-kalob
Dokumentasi Pixabay.com

SUATU sore, Kacung sedang asyik dengan telepon pintarnya memeriksa media sosial. Seluruh status, unggahan foto, dan video di media sosial dilihatnya satu per satu. 

Maka fokuslah dia pada video seorang bujang yang sedang menghancurkan sepeda motor yang katanya milik pacarnya. Ternyata, dia bukan marah pada pacarnya sehingga merusak sepeda motor itu, namun dia marah kepada seorang Polisi Lalu Lintas (Polantas) yang hendak menilangnya. 

"Ai luwangan ajo. Kesol kidang nyadang bakhang kedua kidah!" Kacung tak sadar berteriak, sehingga rekannya yang asisten rumah tangga di rumah majikannya, Inem, bergegas datang. "Ono opo meneh, Bang?" teriak Inem menimpali. 

"Hahai, enggak, Nem. Saya cuma geregetan sama pemuda ini," ujar Kacung. "Hakha pungahni. Kesal dengan siapa, merusak barang siapa. Merasa bersalah saja tidak."

Inem pun ikut memperhatikan video di telepon pintar Kacung. "Oh, ini memang sudah viral, Bang. Di televisi saja sudah muncul beritanya," kata Inem. "Jangan sampai seperti itu ya kalau saya punya motor nanti, Bang."

"Ai, Nem, kapan kita punya motor? Sai penting niku siap gawoh tilamar," Kacung mencandai rekannya itu. "Tapi, yang aneh itu yang meng-upload sampai viral. Apa dia tidak takut pencemaran nama baik?"

Inem langsung menjawab, "Pencemaran nama baik piye to, Bang? La wong dia cuma mengunggah video untuk memberi pelajaran ke masyarakat bahwa tindak itu tidak baik."

"Ya itu, Nem, untuk mak dok kepsen ni. Tapi, kadang ada juga yang kena," kata Kacung bercerita tentang sejumlah unggahan video yang terjerat pasal pidana. "Kalau ada yang tidak terima atas unggahan video, foto, atau bahkan kata-kata status kita, bakal kena jerat itu," lanjut Kacung.

"Ah, Abang jangan melebih-lebihkan. Pokoknya, yang hal-hal yang buruk itu jangan cepat-cepat diunggah. Pikir dulu alias think before click," kata Inem. "Atau tulisannya yang tidak langsung mengena, tapi orang mengerti kritik kita."

"Iya, Nem, nyak juga adu mulai mikekh, kalau mau ungggah status. Ada caranya, Nem," kata Kacung. "Misalnya, utnub sob muleb riac adap... kheno," ujar kacung sembari menunjukkan statusnya.

Inem pun penasaran. "Emang ini apa maksudnya, Bang?"

Kacung langsung menutup telepon pintarnya. "Hus, pokoknya harus kilab-kalob ya," katanya. Astagfirullah...

Mustaan Basran, Wartawan Lampung Post



Berita Terkait



Komentar