#Kiai#MarufAmin#Lamteng

Kiai Ma'ruf Berdoa Kelak Presiden Berasal Dari Pondok Pesantren

( kata)
Kiai Ma'ruf Berdoa Kelak Presiden Berasal Dari Pondok Pesantren
Kiai Maruf Amin saat berkunjung ke kabupaten Lampung Tengah, Senin (26/11/2018) (Lampost/Wahyu)

GUNUNG SUGIH (lampost.co) -- Ulama memiliki tanggung jawab keumatan dan kenegaraan. Maka tidak ada persoalan ulama menjadi wakil presiden. Hal itu disampaikan KH. Ma'ruf Amin dalam silaturahmi kebangsaan di Ponpes Wali Songo, Sukajadi, Bumiratu Nuban, Lamteng, Senin (26/11/2018) malam.

Menurut Kiai Ma'ruf, selain sebagai penerus perjuangan rasul, ulama memiliki tanggungjawab keumatan dan kenegaraan. Lebih jauh Kiai Ma'ruf menjelaskan ulama bertanggungjawab menjaga akidah, menjaga agama (umat) dan menjaga negara. "Sejak sebelum Indonesia merdeka, para ulama sudah mengajarkan cinta pada negara," kata Kiai Ma'ruf.

Atas dasar itulah, Kiai Ma'ruf menilai tidak ada persoalan jika ulama jadi pemimpin negara, jadi wakil presiden, bahkan presiden. Para santri di pondok-pondok pesantren adalah calon ulama. Maka Kiai Ma'ruf mendoakan kelak presiden Indonesia berasal dari jebolan pesantren. "Kalau sekarang saya calon wakil presiden, mudah-mudahan kelak ada juga santri yang menjadi presiden. Dan mudah-mudahan itu berasal dari Ponpes Wali Songo," kata Kiai Ma'ruf.

Kiai Ma'ruf menjelaskan, ia sebagai cawapres mewakili kalangan santri, kalangan religius, sedangkan Joko Widodo sebagai Capres mewakili kalangan nasionalis. Terkait pesantren, Kiai Ma'ruf mengatakan pesantren adalah tempat menyemai para calon kiai, calon ulama, calon dai yang bertugas menjaga dan memandu masyarakat. Para ulama harus menyiapkan generasi ulama berikutnya. "Di pesantren lah generasi penerus ulama dicetak dan dipersiapkan. Selama masih ada pesantren, Islam akan tetap jaya di Indonesia," tandasnya.

Pengasuh Ponpes Wali Songo, Gus Saihul Ulum Suhada dalam sambutannya meminta doa dari Kiai Ma'ruf agar ponpes-ponpes mendapat keberkahan dan kejayaan untuk membentengi NKRI.

Wahyu Pamungkas



Berita Terkait



Komentar