#Covid-19#idulfitri#ramadan

Khotbah di Wilayah yang Diperbolehkan Salat Id di Lapangan Dibatasi 20 Menit

( kata)
Khotbah di Wilayah yang Diperbolehkan Salat Id di Lapangan Dibatasi 20 Menit
Ilustrasi pelaksanaan salat idulfitri 1441/2020 di Masjid Nursiah Daud Paloh, Jakarta. MI/Adam Dwi Putra


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melarang pelaksanaan salat Idulfitri di lapangan dan di masjid daerah berstatus zona merah dan oranye persebaran covid-19. Terkait hal itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Lampung Juanda Naim meminta masyarakat mematuhi aturan tersebut.

Ia mengatakan, aturan itu termaktub dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Lampung Nomor 045.2/1807/02/2021. Menurutnya, SE tersebut merupakan tindak lanjut dari SE Menteri Agama (Menag) Nomor 07 tahun 2021.

Juanda menjelaskan, kebijakan-kebijakan tersebut penting dipatuhi demi mencegah adanya kenaikan kasus covid-19 usai Lebaran. Sebab, pelaksanaan salat Idulfitri di rumah ibadah atau lapangan dapat sangat berpotensi menimbulkan kerumunan.

"Kami telah menyosialisasikan kebijakan ini. Sangat diharapkan masyarakat bisa patuh," ungkapnya, Senin, 10 Mei 2021.

Baca: Pemprov Lampung Perbolehkan Tiga Kabupaten Salat Idulfitri di Lapangan

 

Ia juga menambahkan, meski zona kuning dan hijau diperbolehkan, namun masyarakat tetap harus memperhatikan protokol kesehatan (prokes). Selain itu, Kemenag juga memberikan sejumlah aturan yang harus ditaati.

Jumlah jemaah pada pelaksanaan salat Idulfitri di tempat umum maksimal 50% dari total kapasitas. Hal itu agar masyarkat tetap memungkin untuk menerapkan prinsip jaga jarak antarjemaah.

Kemudian, di bagian khotbah, mubalig hanya diberikan waktu maksimal 20 menit. Jemaah harus tertib dan mengindari kontak fisik saat selesai salat.

"Untuk masyarakat di daerah zona oranye dan merah cukup menjalankan salat di rumah bersama keluarga," ungkapnya.

Panitia juga harus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 setempat untuk memastikan pelaksanaan ibadah sesuai dengan prokes.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar