#wirantoditusuk#wirantodiserang#khalifah#teroris

Khalifah Khilafatul Muslimin Benarkan Noval Diamankan di Kantornya

( kata)
Khalifah Khilafatul Muslimin Benarkan Noval Diamankan di Kantornya
Khalifah Khilafatul Muslimin saat diwawancarai. Lampost.co/Asrul Septian Malik

Bandar Lampung (Lampost.co): Khalifah Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Hasan Baraja membenarkan kalau seorang pria, Noval Agus Syafroni mendatangi Kantor Pusat Khilafatul Muslimin, pada Minggu pagi, 13 Oktober 2019.

Menurut Khalifah, ia mendapatkan informasi dari kepolisian (Intelejen), bahwa yang bersangkutan sedang dicari oleh pihak aparat, kemudian ia mencari informasi dan ternyata benar kalau Noval merupakan jamaahnya. Noval membesuk anaknya yang berada di Lampung, kemudian juga memanggil pihak Kepolisian, untuk mengklarifikasi langsung terhadap yang bersangkutan.

Berita Terkait: Diduga Terkait Penusukan Wiranto, Densus Amankan Pria Asal Bekasi di Lampung

"Intel juga kasih informasi, dan saya cari ternyata  benar dia warga Khilafah (Noval),  dia ini suka main media sosial," ujarnya kepada Lampost.co, Minggu 13 Oktober 2019.

Menurutnya Noval sering menggunakan Facebook dan sering berkomunikasi dengan orang, atau saling membalas komentar. 

"Nah dia kan sering sahut menyahut, (komentar), tapi tidak sependapat nah yang itu (orang berbalas sosmed) ditangkap di Jakarta," katanya.

Menurut Khalifah, Noval pun sebenarnya tak mengetahui kalau dirinya sedang dicari aparat. Khalifah juga menyatakan, kalau aparat mencurigainya karena sering berbalas komentar di Facebook, dengan orang yang ditangankap terlebih dahulu.

"Tadi kan ada komandan sama tiga orang (polisi), datang saya bilang urus, coba diklarifikasi, apa benar dia pelarian atau tidak, tapi dia sendiri juga enggak tahu dan enggak merasa," katanya.

Khalifah menegaskan, jika Khilafatul Muslimin merupakan organisasi yang tidak mengajarkan paham radikal, terorisme dan kekerasan. Khilafatul muslimin merupakan organisasi yang bersinergi dengan Polda Lampung, dan Korem 043 Garuda Hitam, dan tak pernah memiliki riwayat radikal.


"Orang kami demo-demo aja enggak pernah ikut, kami sama Polda, sama Korem sering sinergi, dan setiap ada kegiatan, kami Koordinasi," katanya.

Asrul Septian Malik

Berita Terkait

Komentar