#kajian#ndplampung

Keutamaan Surat Al-Waqiah Tak Sekadar Pembuka Rezeki

( kata)
Keutamaan Surat Al-Waqiah Tak Sekadar Pembuka Rezeki
Kegiatan Jamiyah Al-Waqiah Masjid Nursiah Daud Paloh (NDP) Lampung, di Kompleks Perkantoran Lampung Post, Sabtu, 4 Juni 2022. (Foto:Lampost/Mustaan)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Membaca Al-Qur'an menjadi sebuah ibadah dengan nilai pahala tersendiri. Dalam sebuah hadis, Rasulullah Muhammad saw bersabda, “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur'an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.” (HR. At-Tirmidzi).

"Inilah yang menjadi dasar sebagian ulama menyarankan untuk istikamah mengamalkan atau membaca surat-surat tertentu secara rutin. Bukan soal dengan tujuan pengharapan khusus, tetapi lebih kuat sebagai amanat untuk meraih nilai pahala melalui Al-Qur'an," kata Ustaz Sobih Adnan, dalam pertemuan Jamiyah Al-Waqiah Masjid Nursiah Daud Paloh (NDP) Lampung, di Kompleks Perkantoran Lampung Post, Sabtu, 4 Juni 2022.

Termasuk dalam mengamalkan secara rutin QS. Al-Waqi'ah secara istikamah. Sobih menyebut amalan membaca Al-Waqi'ah tidak lantas serta merta menjadi surat "pembuka rezeki" sebagaimana dikenal banyak masyarakat.

"Sebab, membaca Al-Waqiah tentu bernilai pahala. Sementara badan kita penuh dengan dosa. Yang perlu dicatat, dosa dan rezeki itu berhubungan erat. Dalam QS. Annisa: 79 disebutkan, wa ma ashabaka min sayyiatin fa min nafsika. Apapun kejelekan atau keburukan yang menimpamu, termasuk kendala rezeki, itu dari dosamu sendiri," kata dia.

Untuk itulah, kata dia, mengamalkan QS. Al-Waqiah menjadi penting dalam rangka menjadikannya penambah pahala dan pencegah dosa.

"Di sisi lain, banyak ulama yang menjelaskan keutamaan membaca surat Al-Waqiah, di antaranya adalah dijauhkan dari kemiskinan, memperoleh kekayaan berlimpah, ditunaikan hajatnya berhubungan dengan rezeki, mempermudah ruh keluar dari jasad saat sakaratul maut, dan diiringankan saat diserang penyakit," ucap dia.

"Terutama, Al-Qur'an sebagai syafaat kelak di hari kiamat," pungkas Gus Sobih.


Sri Agustina








Berita Terkait



Komentar