#digitalisasitelevisi#telekomunikasi#penyiaran

Keuntungan Besar Negara Percepat Digitalisasi Televisi

( kata)
Keuntungan Besar Negara Percepat Digitalisasi Televisi
Ilustrasi televisi. Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Digitalisasi televisi akan memberi sejumlah keuntungan bagi industri penyiaran dan telekomunikasi di Indonesia, termasuk bagi negara. Frekuensi penyiaran televisi analog dapat diefisiensi dan berguna untuk perkembangan teknologi.

"TV analog menggunakan 328 MHz (Megaheartz), dengan sistem digitalisasi akan ada efisiensi. Sehingga kebutuhan secara keseluruhan lewat (televisi) digital, kita hanya cukup dengan 176 MHz," kata mantan Ketua Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) Ishadi Soetopo Kartosapoetro lewat diskusi daring, Kamis, 23 Juli 2020.

Ishadi mengatakan Indonesia dapat mengalokasikan 112 MHz untuk frekuensi 5G serta keperluan digital lainnya baik dalam maupun luar negeri. Sementara 40 MHz sisanya bisa digunakan  perkembangan teknologi masa depan selain 5G.

Dia membeberkan hasil kajian Boston Consulting Group soal peningkatan pendapatan negara yang didapat dari digitalisasi nasional antara 2020-2026. Peningkatan pendapatan negara dalam bentuk pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp40-Rp77 triliun.

Kemudian peningkatan kontribusi pada produk domestik bruto (PDB) mencapai Rp443,8 triliun. Serta berpeluang menambah 181 ribu kegiatan usaha baru serta 232 ribu penambahan lapangan pekerjaan.

"Dari hasil survei itu menunjukkan jumlah pendapatan yang sangat besar dan ini dapat digunakan pemerintah untuk kepentingan-kepentingan lain," ujar Komisaris Transmedia itu.

Ishadi menyebut terdapat tiga grup televisi yang belum mencapai kesepakatan peralihan televisi analog ke digital. Mereka yakni MNC, Emtek, dan Viva yang menginginkan peralihan terjadi pada 2025. Sementara Transmedia dan Media Group, kata dia, menginginkan digitalisasi segera terjadi.

"Peralihan digital paling lambat 2020 karena semua bergerak ke sana. Jadi kita berhadapan dengan waktu sekarang. Kita tidak boleh egois hanya kepentingan televisi sendiri," ujar Ishadi.

Menurut dia, perubahan televisi analog ke digital akan memberi dividen khususnya untuk pebisnis. Sebab, digitalisasi dapat menambah kapasitas, jangkauan, dan daya tangkap dibanding bertahan di analog.

Medcom







Berita Terkait



Komentar