#beritalampung#pilpres2019#sengketapilpres

Ketua LHKP Lampura: Putusan MK, Putusan Yang Mempersatukan

( kata)
Ketua LHKP Lampura: Putusan MK, Putusan Yang Mempersatukan
Ketua LHKP Pemuda Muhammadiyah Lampura. Foto: Dok

KOTABUMI (Lampost.co) -- Pilpres 2019 telah usai dilangsungkan. Berbagai cerita di dalamnya menjadi satu fenomena tersendiri dari dinamika demokrasi di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Seperti rentetan persidangan yang digelar Mahkamah Konstitusi (MK), menjadi satu perjalanan yang paling dinanti oleh seluruh warga Indonesia. Bahkan internasional, untuk mengetahui hasil akhir dari perhelatan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024.

Menyikapi amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK), seluruh gugatan dari pemohon ditolak, Ketua LHKP Pemuda Muhammadiyah Lampung Utara Yoanda Harun mengatakan meski demikian, hal tersebut bukanlah satu keputusan yang berdampak pada perpecahan anak bangsa.

Secara harfiah, kata dia, Pemilu merupakan suatu upaya guna memengaruhi rakyat secara persuasif (tidak memaksa). Dengan melakukan kegiatan retorika, hubungan dan komunikasi publik, komunikasi massa, lobi dan lain-lain kegiatan yang bersentuhan langsung dengan ilmu politik.

"Terkait adanya persengketaan dalam Pilpres 2019 dan hingga keputusannya harus diambil melalui Mahkamah Konstitusi merupakan satu dinamika politik yang akan menambah referensi, khasanah, serta kekayaan sejarah perkembangan Bangsa Indonesia," kata dia, Minggu (29/6/2019).

Menurutnya keputusan MK harus diterima sebagai keputusan bersama, keputusan Bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Fajar Nofitra



Berita Terkait



Komentar