#Sara

Ketua KNPI Sebut Abu Janda Cuma 'Sampah' bagi Jokowi

( kata)
Ketua KNPI Sebut Abu Janda Cuma 'Sampah' bagi Jokowi
Abu Janda (foto: dok twitter)


Jakarta (Lampost.co) -- Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama melontarkan kalimat menohok untuk Abu Janda alias Permadi Arya.

Abu Janda memang dikenal sebagai pendukung Jokowi. Seolah ingin mengingatkan masyarakat dan para petinggi negara lainnya, Haris mengungkapkan kalau Abu Janda ini hanya jadi 'sampah' bagi Jokowi karena cuma bisa membuat kisruh. 

Sebelumnya, Haris dan Abu Janda terlibat debat panas dalam sebuah program di salah satu TV nasional.

Awalnya, Abu Janda ingin meluruskan diksi 'evolusi' yang ia utarakan dalam cuitannya kepada Natalius Pigai. Menurut Abu Janda kata evolusi yang ia tulis sama sekali tidak asa hubungannya dengan teori Evolusi milik Charles Darwin.

"Aku ini muslim, aku percaya Tuhan. Dan kalau percaya Tuhan, enggak akan percaya teori Darwin. Karena aku diajarkan, Nabi Adam itu manusia pertama di bumi ini. Maaf, hanya orang ateis yang percaya teori Darwin,” ujar Permadi alias Abu Janda.

Haris pun menanggapi kalau argumen Abu Janda hanya mengada-ada. Apalagi saat ia mengaku muslim di saat bersamaan Abu Janda justru selalu menyudutkan Islam dan umat muslim.

"Banyak orang merasa resah dengan membaca evolusi dia (Permadi). Dia juga mengatakan ada evolusi akhlak, otak, ini kan kedangkalan cara berpikir. Kedua, dia selalu mengatakan islam, muslim, padahal kemarin dia bilang Islam agama arogan, itu masih ada satu laporan lagi lho,” kata Haris.

Haris juga meminta semua orang untuk tidak memposisikan Abu Janda sebagai pendukung Presiden Jokowi.

"Ini bukan pendukung Pak Jokowi, ini sampahnya Pak Jokowi yang selalu bikin gaduh Republik Indonesia, yang bikin kacau negara ini,” tukasnya dengan nada tinggi.  

 

Abu Janda dipanggil polisi Senin, 1 Februari 2021

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memanggil pegiat media sosial (medsos) Permadi Arya alias Abu Janda pada Senin, 1 Februari 2021. Dia dimintai keterangan terkait kasus dugaan ujaran kebencian mengandung suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di Twitter.

 

"Dilayangkan panggilan terhadap Abu Janda terkait laporan 'Islam arogan'," kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi, saat dikonfirmasi, Sabtu, 30 Januari 2021.

Menurut dia, Abu Janda diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut. Sementara itu, laporan ujaran kebencian Abu Janda terhadap tokoh Papua Natalius Pigai masih didalami penyidik.

Winarko







Berita Terkait



Komentar