Vaksincovid-19

Ketua IDI Metro Penerima Vaksin Pertama

( kata)
Ketua IDI Metro Penerima Vaksin Pertama
Ketua IDI Metro Penerima Vaksin Pertama. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Pemerintah Kota (Pemkot) Metro memulai program vaksinasi covid-19. Pada kegiatan perdananya itu, penerima vaksin pertama di daerah tersebut diberikan kepada Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Metro, disusul 24 Forkopimda Kota Metro dan tenaga kesehatan.

"Alhamdulillah, Kota metro mulai vaksinasi. Untuk jumlahnya kami berikan kepada 12 nakes terpilih, delapan perwakilan Forkopimda, dan empat ketua organisasi profesi di Metro," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Erla Andrianti, Senin, 25 Januari 2021.

Dia menjelaskan, pemberian vaksin itu akan dilakukan secara dua kali. Pada tahap selanjutnya vaksinasi akan dilakukan pada 8 Februari 2021.

"Di Kota Metro ditargetkan 100 hari sampai April harus selesai dan akan dilanjutkan kepada kelompok lain. Sementara untuk pemberian vaksin terhadap masyarakat kami masih menunggu instruksi dari pusat," kata dia.

Ketua IDI Kota Metro, Agung Budi Prasetyo, mengatakan, pemberian vaksin salah satu upaya untuk memerangi Covid-19 di Metro yang saat ini semakin banyak.

"Alhamdulillah saya yang pertama mendapatkan vaksin Covid-19. Ini bentuk motivasi kepada tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam penanganan virus ini," katanya.

Dia memastikan vaksin Covid-19 tersebut aman dan suci, karena direkomendasikan BPOM dan MUI. Selain itu, PB IDI juga menginstruksikan agar dokter mendapat vaksin karena bersentuhan secara langsung dengan pasien Covid-19.

"Mudah-mudahan dengan pemberian vaksin ini Indonesia khususnya Kota Metro bebas dari Covid-19 dan kita bisa beraktivitas seperti biasa," kata dia

Sementara itu, Wali Kota Metro, Achmad Pairin, mengatakan dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19 selain menerapkan protokol kesehatan, vaksinasi menjadi salah satu pemutus paling tepat. Dengan disuntikan vaksin, maka virus tidak akan mempan. Namun masyarakat juga tidak boleh semata-mata bebas dari virus Corona.

"Sebab, tidak ada yang 100 persen. Jadi harus tetap patuhi protokol kesehatan, seperti tetap memakai masker, menjaga jarak, cuci tangan dan rajin olahraga," kata dia.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar